Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Akses transportasi yang sempat terganggu akibat kerusakan sejumlah jembatan di Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan kini kembali dapat dilalui kendaraan roda empat.
Perbaikan dilakukan secara swadaya melalui kerja bakti yang melibatkan pemerintah kecamatan dan masyarakat. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan jalur penghubung antardesa tetap berfungsi, terutama ruas yang menghubungkan Long Umung dengan Pa Raye.
Camat Krayan Timur, Marjuni mengatakan perbaikan dilakukan secara bersama-sama setelah kondisi tiga jembatan dinilai tidak lagi layak dilalui kendaraan roda empat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan akses transportasi di wilayah tersebut. Sejumlah pegawai kecamatan, pemilik kendaraan roda empat, serta warga turut turun langsung dalam pekerjaan perbaikan.
“Kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat untuk mengatasi persoalan akses transportasi yang menghubungkan Pa Raye dengan Long Umung,” kata Marjuni kepada pusaranmedia.com.
Dari kegiatan tersebut, tiga titik jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan berhasil diperbaiki. Dengan selesainya pekerjaan itu, kendaraan roda empat kembali dapat melintasi jalur tersebut.
Marjuni menjelaskan, ruas Long Umung–Pa Raye memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Jalur tersebut menjadi salah satu akses utama untuk mobilisasi warga maupun kendaraan yang membawa berbagai kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, perbaikan secara swadaya dilakukan agar gangguan akses tidak berlangsung lebih lama.
Masyarakat bersama pemerintah kecamatan memilih mengambil langkah cepat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayah setempat.
“Perbaikan jembatan bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bagian dari upaya bersama agar aktivitas masyarakat, mobilitas kendaraan dan distribusi kebutuhan sehari-hari tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, gotong royong tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan akses transportasi di tengah kondisi geografis Krayan yang memiliki tantangan tersendiri.
Perbaikan sementara secara swadaya diharapkan dapat menjaga jalur tetap berfungsi sembari menunggu penanganan infrastruktur yang lebih permanen dari pemerintah.
“Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting untuk menjaga akses penghubung tetap berfungsi sambil menunggu penanganan infrastruktur yang lebih permanen,” pungkasnya.


