Banner ADV

Erau 2026 Harus Berdampak pada Kesejahteraan Pelaku Budaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kadisdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kadisdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Erau 2026 Harus Berdampak pada Kesejahteraan Pelaku Budaya

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kadisdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kadisdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Erau 2026 Harus Berdampak pada Kesejahteraan Pelaku Budaya

Kadisdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Pelaksanaan Erau 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menjadi momentum pelestarian adat dan budaya, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem budaya yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriyansyah mengatakan budaya perlu ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. 

Dengan begitu, kebudayaan tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari masa depan daerah.

“Ekosistem budaya yang mampu memberikan tidak hanya dari sisi pelestarian budaya itu sendiri, tetapi bagaimana budaya ini sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pola kehidupan dan ini bisa menjadikan satu pegangan atau masa depan untuk dijadikan sebuah ekosistem yang mampu memberikan dampak positif bagi pelaku-pelaku budaya,” ujar Heriyansyah. Senin (21/9/2026)

Menurutnya, konsep tersebut menjadi salah satu hal yang ingin didorong melalui pelaksanaan Erau 2026. 

Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ekosistem yang memberikan ruang bagi para pelaku budaya untuk berkembang.

“Seperti ini bukan saja untuk mempertahankan budaya, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem budaya. Artinya ini juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Heriyansyah menjelaskan, pengembangan ekosistem budaya juga sejalan dengan arah transformasi ekonomi Kukar. Daerah yang selama ini memiliki sumber daya alam dan aktivitas ekonomi berbasis ekstraktif didorong untuk mulai mengembangkan sektor non-ekstraktif.

“Betul. Jadi bahwa proses saat ini kita sedang bertransformasi dari sumber daya galian yang ekstraktif menuju ke non-ekstraktif,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang bagi Kukar untuk memperkuat sektor kebudayaan dan pariwisata berbasis sejarah.

Heriyansyah berharap masyarakat yang datang ke IKN juga menjadikan Kukar, khususnya Tenggarong, sebagai salah satu tujuan untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Kutai.

“Apalagi IKN ada di sini, harapan kita orang datang ke IKN juga datang ke Kukar sebagai kerajaan tertua di Indonesia,” pungkasnya. (Adv)