Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk mendukung pelaksanaan program Gratispol Pendidikan Tinggi pada tahun ini.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Benua Etam.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya, anggaran Gratispol Pendidikan telah direalisasikan secara bertahap.
"Pada semester ganjil atau bagi mahasiswa baru, anggaran yang berhasil diserap mencapai Rp128,1 miliar untuk membiayai 23.865 mahasiswa," kata Rudy Mas'ud.
Sementara pada semester genap tahun akademik 2025-2026 yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa, realisasi anggaran mencapai Rp316,3 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 67.909 mahasiswa.
Menurutnya, investasi di sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pendidikan dinilai memiliki peran besar dalam membuka kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Yang mampu memutus rantai kemiskinan dan kebodohan itu pendidikan, makanya pendidikan itu sangat penting," tegasnya.
Ia menyampaikan, pembangunan Kaltim tidak boleh hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Penguatan kualitas manusia juga harus menjadi perhatian agar pembangunan daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kita tidak boleh hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia,” pesannya.
Rudy Mas’ud menyebut Gratispol bukan sekadar program bantuan biaya pendidikan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Kaltim yang memiliki kompetensi dan daya saing.
“Program Gratispol i ini adalah investasi strategis masa depan Kaltim,” pungkasnya.


