30 Juru Sembelih Bontang Bersertifikat BNSP, Dibidik Isi Pasar Kerja Internasional

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pemkot Bontang Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Jutu Sembelih Hewan Halal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pemkot Bontang Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Jutu Sembelih Hewan Halal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

30 Juru Sembelih Bontang Bersertifikat BNSP, Dibidik Isi Pasar Kerja Internasional

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pemkot Bontang Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Jutu Sembelih Hewan Halal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Pemkot Bontang Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Jutu Sembelih Hewan Halal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

30 Juru Sembelih Bontang Bersertifikat BNSP, Dibidik Isi Pasar Kerja Internasional

Pemkot Bontang Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Jutu Sembelih Hewan Halal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Sebanyak 30 tenaga juru sembelih unggas di Kota Bontang kini mengantongi sertifikat kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut tak hanya memperkuat standar penyembelihan halal, tetapi juga membuka peluang kerja lebih luas bagi tenaga lokal.

Puluhan peserta tersebut mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (JULEHA) Unggas Tahun 2026 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu Malang.

Kegiatan yang memasuki tahun ketiga itu resmi dibuka di Ballroom Hotel Tiara Surya Bontang, Senin (21/9/2026). Setiap peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh dua dokumen, yakni sertifikat pelatihan dari Kementerian Pertanian RI dan sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian yang berlisensi BNSP.

Mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Anwar Sadat mengatakan sertifikasi tersebut dapat menjadi modal bagi tenaga kerja lokal untuk meningkatkan daya saing.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi khusus semakin terbuka, termasuk di sektor pemotongan hewan yang menerapkan standar halal dan keamanan pangan.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan dengan baik. Kompetensi yang tersertifikasi dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional,” ujar Anwar.

Ia menegaskan, profesi juru sembelih halal tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Peserta juga harus memahami syariat, kebersihan, kesehatan, keamanan pangan, adab, hingga kesejahteraan hewan.

Dalam praktiknya, proses penyembelihan juga wajib memperhatikan penggunaan peralatan yang sesuai standar dan tajam sehingga tidak menimbulkan tindakan yang menyiksa hewan.

Pemkot Bontang pun meminta pembinaan terhadap para peserta tidak berhenti setelah sertifikasi. Baznas didorong melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala agar kompetensi yang telah diperoleh tetap diterapkan di lapangan.

Ketua Baznas Kota Bontang Kuba Siga mengatakan, 30 peserta tahun ini melanjutkan program serupa yang telah dilaksanakan dalam dua tahun sebelumnya dengan jumlah lulusan yang sama.

“Tujuannya memastikan seluruh proses pemotongan di Bontang memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tetap sesuai dengan syariat Islam,” katanya.

Sementara itu, perwakilan BBPP Batu Malang Iskandar Muda mengatakan sertifikasi BNSP juga diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga JULEHA.

Menurutnya, kompetensi tersebut dapat menjadi bekal bagi tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri pemotongan hewan, termasuk di luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

“Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi standar penyembelihan halal untuk melindungi konsumen, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga ahli JULEHA di berbagai negara,” jelasnya.

Program tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang Asdar Ibrahim, perwakilan DKP3, Dinas Kesehatan, serta Ketua JULEHA Kota Bontang.