Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) sedang mengkaji rencana penerapan belajar mengajar dari rumah atau secara daring bagi siswa di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku.
Karena beberapa hari terakhir ini wilayah Kecamatan Sepaku diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sekitar IKN maupun asap kiriman dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kecamatan Sepaku mengakibat kualitas udara menurun dan berpotensi mengakibatkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU per 21 September 2026, Kecamatan Sepaku masuk dalam kategori tidak sehat. Sedangkan Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu kategori sedang dan Kecamatan Waru kategori baik.
“Pemerintah daerah sedang mengkaji apakah proses sekolah di Sepaku tetap melaksanakan proses belajar mengajar dengan tatap muka dengan menggunakan masker atau dilaksanakan belajar mengajar dari rumah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, Senin (21/9/2026).
Tohar menyatakan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Kecamatan Sepaku menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara daring. Hal tersebut direncanakan pemerintah daerah untuk meminimalisir risiko siswa terkena penyakit ISPA.
Rencana pelaksanaan pembelajaran jarak jauh masih terus dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinkes PPU dan instansi terkait lainnya.
“Ini masih sebatas rencana, belum diputuskan oleh pemerintah daerah. Karena, kondisi kabut asap di wilayah Sepaku cukup dinamis. Kabut asap tebal terjadi di pagi hari, ketika beranjak siang kondisi kabut asap berangsur membaik karena terbawa angin,” pungkasnya.


