Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Sebanyak 15 mantan penyalahguna narkoba di Kota Bontang mulai dibekali keterampilan dan pengetahuan mengelola usaha sebagai bagian dari proses menuju kemandirian ekonomi.
Program yang dijalankan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang tersebut mengarahkan peserta menjadi barista.
Mereka merupakan mantan penyalahguna narkoba yang telah dinyatakan sehat setelah menjalani rehabilitasi di Samarinda.
Kepala BNNK Bontang Lulyana Ramdani mengatakan, pelatihan tersebut merupakan tahap awal dari program pemberdayaan yang dirancang berkelanjutan.
Total peserta yang direncanakan mencapai 25 orang, tapi di tahap pertama baru diikuti 15 peserta. “Jadi ada 15 orang mantan pecandu narkoba yang kami beri pelatihan sebagai barista. Rencananya ada 25, ini tahap awal dulu. Kami akan melihat bagaimana progresnya,” kata Lulyana, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis. BNNK Bontang juga menggandeng PT KPI dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk membangun pendampingan yang mencakup pengelolaan keuangan hingga akses permodalan.
Pada tahap awal, PT KPI memberikan dukungan permodalan. Sementara BRI memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan memperkenalkan layanan perbankan kepada para peserta.
Peserta juga diberikan buku tabungan yang nantinya digunakan untuk mencatat aktivitas keuangan usaha. Catatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mereka terbiasa mengelola pemasukan dan pengeluaran secara tertib.
Lulyana menjelaskan, peserta akan didampingi dalam menjalankan dan mencatat aktivitas usahanya selama sekitar enam bulan.
Rekam pengelolaan keuangan itu nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan perbankan apabila peserta mengajukan pembiayaan usaha.
“Nantinya ketika itu bagus akan diberikan tambahan modal melalui kredit KUR,” jelasnya.
Ia menegaskan, tujuan utama program bukan sekadar memberikan keterampilan kepada mantan penyalahguna narkoba setelah menjalani rehabilitasi.
Lebih jauh, mereka dipersiapkan agar memiliki kemampuan untuk bertahan secara ekonomi dan membangun usaha secara mandiri.
“Mereka bukan hanya dibuat sehat, setelah itu selesai. Tapi difasilitasi sampai mereka jadi, punya keahlian, sampai mereka mandiri. Kita akan sampai ke sana,” ujarnya.
BNNK Bontang akan mengevaluasi perkembangan 15 peserta pada tahap awal sebelum memperluas program kepada peserta berikutnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses reintegrasi mantan penyalahguna narkoba sekaligus mengurangi risiko mereka kembali pada lingkungan dan aktivitas yang berkaitan dengan narkotika.


