BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Puncak Hujan Diperkirakan Desember-Februari

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
BMKG menggelar konferensi pers soal prediksi musim hujan melalui zoom meeting, Selasa (22/9/2026). (Foto: Tangkapan layar BMKG)
BMKG menggelar konferensi pers soal prediksi musim hujan melalui zoom meeting, Selasa (22/9/2026). (Foto: Tangkapan layar BMKG)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Puncak Hujan Diperkirakan Desember-Februari

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
BMKG menggelar konferensi pers soal prediksi musim hujan melalui zoom meeting, Selasa (22/9/2026). (Foto: Tangkapan layar BMKG)
BMKG menggelar konferensi pers soal prediksi musim hujan melalui zoom meeting, Selasa (22/9/2026). (Foto: Tangkapan layar BMKG)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Puncak Hujan Diperkirakan Desember-Februari

BMKG menggelar konferensi pers soal prediksi musim hujan melalui zoom meeting, Selasa (22/9/2026). (Foto: Tangkapan layar BMKG)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Musim hujan 2026/2027 diprediksi datang lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 529 zona musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia berpotensi mengalami awal musim hujan yang mundur dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian BMKG di tengah musim kemarau yang masih berlangsung dan dipengaruhi fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan kedatangan musim hujan menjadi momentum yang ditunggu setelah sejumlah wilayah mengalami kekeringan.

"Di tengah kondisi kekeringan yang masih berjalan saat ini karena musim kemarau dan El Nino sangat kuat beserta dampak turunannya, kedatangan musim hujan tentunya ditunggu oleh banyak pihak, sektor-sektor strategis termasuk kita semua untuk beralih dari kondisi kekeringan ini," kata Faisal dalam konferensi pers prediksi musim hujan 2026/2027 melalui zoom meeting, Selasa (22/9/2026).

Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan terjadi secara bertahap. Sebanyak 185 zona musim atau 24,66 persen luas daratan Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan pada November 2026.

Sementara pada Desember 2026, sebanyak 266 zona musim atau mencakup 17,31 persen luas daratan Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan.

Namun, dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991-2020, sebagian besar wilayah diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan. Hanya sebagian kecil wilayah yang diperkirakan mengalami awal musim hujan lebih cepat maupun sesuai normal.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan mundurnya musim hujan berkaitan dengan kondisi iklim yang berlangsung tahun ini, termasuk pengaruh El Nino.

"Akibat panjangnya musim kemarau yang kita alami tahun ini, musim hujan tahun ini jika kita bandingkan terhadap rata-rata klimatologisnya, maka mayoritas mengalami kemunduran," ujarnya.

Meski awal musim hujan mundur, BMKG memprediksi akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah berada pada kategori normal.

Sebanyak 510 zona musim atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami sifat hujan normal. 

Sementara 147 zona musim atau sekitar 18,5 persen diperkirakan mengalami curah hujan di atas normal dan 42 zona musim berada di bawah normal.

Hal yang perlu menjadi perhatian adalah jarak antara awal musim hujan dengan periode puncaknya yang relatif berdekatan. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan curah hujan dalam waktu tertentu.

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada tiga periode utama, yakni Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.

Pada Desember 2026, puncak musim hujan diprediksi terjadi di 155 zona musim. Kemudian Januari 2027 sebanyak 162 zona musim dan Februari 2027 sebanyak 190 zona musim.

Ardhasena mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi karena intensitas hujan yang tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah.

"Perlu kita waspadai bersama lonjakan musim hujan, lonjakan curah hujan yang terjadi pada musim hujan tahun ini sehingga bisa menyebabkan dampak turunan seperti banjir dan longsor," katanya.

Selain datang lebih lambat, durasi musim hujan 2026/2027 juga diprediksi lebih pendek dibandingkan normal. 

BMKG mencatat 482 zona musim atau 51,90 persen luas daratan Indonesia berpotensi mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek dari kondisi normal.

Menurut BMKG, kombinasi awal musim hujan yang mundur, periode puncak yang relatif berdekatan, serta durasi musim hujan yang lebih pendek membuat periode hujan intens perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

Di sisi lain, musim hujan juga membawa peluang, terutama untuk sektor pertanian dan sumber daya air. BMKG mendorong penyesuaian jadwal tanam, pemilihan varietas tanaman dengan siklus lebih pendek, pemanfaatan air hujan, serta optimalisasi kapasitas tampung air.

Untuk sektor kebencanaan, BMKG meminta kewaspadaan ditingkatkan terutama pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027.

Seperti diketahui pada berita sebelumnya, BMKG memprediksi Kaltim mulai memasuki musim hujan pada November 2026 setelah melalui masa transisi pada Oktober. Namun, kondisi hujan diperkirakan belum langsung merata karena pengaruh El Nino masih berlangsung.