Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN — Sebanyak 5.000 butir cartridge detonator jenis low explosive diamankan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonkav 8/Narasinga Wiratama (NSW)/2 Kostrad di Pos Dalduk Gabma Simanggaris, Kabupaten Nunukan.
Ribuan detonator tersebut ditemukan dari sebuah mobil berwarna hitam yang dihentikan personel gabungan Satgas Pamtas Yonkav 8 bersama prajurit Tentara Darat Malaysia (26 RAMD TDM).
Namun pemeriksaan terhadap kendaraan itu tidak berlangsung hingga tuntas. Pengemudi mobil tiba-tiba tancap gas dan melarikan diri ketika petugas hendak memindahkan barang bawaan dari dalam kendaraan untuk diperiksa lebih lanjut.
Dan SSK 2 Satgas Pamtas Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Kapten Kav Herman Triforsa mengatakan kendaraan tersebut awalnya dihentikan saat melintas di depan Pos Dalduk Gabma Simanggaris.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan, termasuk mengecek bagian bagasi belakang kendaraan. Dari dalam bagasi, personel menemukan 10 paket kardus yang dibungkus menggunakan kertas berwarna cokelat.
Barang tersebut selanjutnya hendak dipindahkan ke dalam pos untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, pengemudi justru langsung menginjak pedal gas dan meninggalkan lokasi.
“Kendaraan tersebut melaju kencang meninggalkan Pos Gabma Seimanggaris menuju arah Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi,” kata Herman.
Petugas sempat mengalami kendala untuk melakukan pengejaran maupun mengoordinasikan pencegatan. Saat kejadian, kawasan perbatasan dilanda hujan lebat disertai petir.
Kondisi tersebut juga menyebabkan jaringan komunikasi mengalami gangguan hingga terputus. Akibatnya, personel di lapangan tidak dapat segera mengoordinasikan langkah pengejaran terhadap kendaraan yang melarikan diri.
“Anggota di lapangan tidak sempat memberikan perintah pencegatan atau melakukan pengejaran secara optimal. Hal ini dikarenakan saat kejadian kondisi cuaca sedang buruk, yakni hujan lebat disertai petir yang membuat sinyal jaringan komunikasi hilang total,” jelas Herman.
Meski pengemudi berhasil meloloskan diri, seluruh paket yang ditinggalkan di dalam kendaraan berhasil diamankan petugas.
Setelah diperiksa, 10 kardus tersebut diketahui berisi total 5.000 butir cartridge detonator jenis low explosive. Berdasarkan keterangan Satgas Pamtas, detonator tersebut kerap digunakan sebagai pemicu dalam aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom.
“Dari kardus tersebut, petugas mendapati 5.000 butir cartridge detonator yang sering digunakan sebagai detonator untuk bom ikan,” ucap Herman.
Seluruh barang tersebut kini telah diamankan Satgas Pamtas untuk penanganan lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Sementara itu, pengemudi mobil yang melarikan diri belum berhasil diamankan. Identitas pengemudi maupun pihak lain yang diduga terkait dengan pengiriman barang tersebut juga belum disampaikan secara resmi.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 8/NSW/2 Kostrad, Letkol Kav Dian Kriswijaya, mengapresiasi personel yang terlibat dalam pengamanan serta pengungkapan temuan tersebut.
Menurut Dian, temuan itu menjadi bagian dari tantangan pengamanan wilayah perbatasan yang membutuhkan kewaspadaan personel secara berkelanjutan.
Ia juga meneruskan arahan Dankolakops 092/Mrl, Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, agar Satgas Pamtas Yonkav 8 terus memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan sektor timur Kaltara.
Satgas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan kawasan perbatasan maupun kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun barang bukti berupa 5.000 detonator telah diamankan untuk proses penanganan lebih lanjut. Sementara keberadaan pengemudi yang melarikan diri masih dalam penelusuran aparat.


