Banner ADV

BPBD Kukar Perkuat Penanganan Karhutla, Posko Relawan Tenggarong Dilengkapi Logistik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

BPBD Kukar Perkuat Penanganan Karhutla, Posko Relawan Tenggarong Dilengkapi Logistik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

BPBD Kukar Perkuat Penanganan Karhutla, Posko Relawan Tenggarong Dilengkapi Logistik

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan Posko Relawan Karhutla di wilayah Tenggarong sebagai pusat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi mengatakan pembentukan posko tersebut merupakan inisiatif BPBD untuk membuat penanganan karhutla di wilayah Tenggarong lebih terpadu. Posko tidak hanya menjadi tempat berkumpul relawan, tetapi juga pusat pelayanan dan pengelolaan logistik.

“Ini merupakan inisiasi dari kami supaya untuk penanganan di Tenggarong lebih terpadu,” kata Aspianur. Selasa (22/9/2026)

Menurutnya, keberadaan posko juga memungkinkan relawan untuk bergerak lebih luas, tidak hanya di wilayah Tenggarong, tetapi hingga Loa Tebu dan Kecamatan Loa Kulu.

“Jadi seluruh relawan ini untuk pusatnya, untuk pelayanannya nanti bisa tidak hanya di Tenggarong, bisa nanti ke Loa Tebu sampai nanti ke Kecamatan Loa Kulu,” ujarnya.

Aspianur menjelaskan, posko tersebut juga disiapkan sebagai pusat logistik bagi para relawan. Dengan demikian, relawan yang selesai melakukan penanganan di lapangan dapat kembali ke posko tanpa harus mencari kebutuhan konsumsi secara mandiri.

Menurut dia, sistem manajemen logistik tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD memastikan penanganan bencana berjalan baik, baik dari sisi dukungan kebutuhan relawan maupun operasional di lapangan.

“Jadi manajemen logistik untuk penanganan bencana sudah berjalan, termasuk juga penanganan di lapangan,” tambahnya.

Aspianur mengatakan, lokasi posko dipilih karena dinilai representatif dan strategis. Selain memiliki halaman yang cukup luas, lokasi tersebut sebelumnya memang menjadi salah satu titik berkumpul para relawan.

“Karena di sini ada tempat yang representatif, lumayan halamannya luas dan memang kebanyakan relawan awalnya banyak yang berkumpul di sini,” katanya.

Penetapan lokasi juga dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. BPBD mempertimbangkan efektivitas mobilisasi relawan, terutama karena sebagian relawan sebelumnya juga beroperasi hingga wilayah Loa Kulu.

Selain halaman yang luas, posko juga memiliki sejumlah fasilitas yang dapat mendukung aktivitas relawan. BPBD berencana memasang tenda tambahan dan memanfaatkan fasilitas dapur yang tersedia.

“Ini memang tempatnya strategis saja. Dan fasilitasnya juga bisa dilihat, lumayan. Kita bisa ada dapurnya, nanti kita pasang tenda juga,” ungkap Aspianur.

Untuk menjaga kondisi relawan selama menjalankan tugas, BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Aspianur menyebutkan, keberadaan posko relawan juga disiapkan di sejumlah kecamatan di Kukar. Sebagian posko berada di kantor kecamatan, sementara untuk Tenggarong dipilih lokasi tersendiri agar aktivitas pemerintahan tidak terganggu.

“Ini hampir semuanya di kecamatan terbentuk. Intinya semua kecamatan nanti rata-rata ada. Ada yang di kantor kecamatan,” katanya.

“Kalau yang Tenggarong kan spesial, biar tidak mengganggu pemerintahan, kita cari tempat yang memang strategis. Ya, di sini kita tetapkan,” sambungnya. (Adv)