Wali Kota Samarinda Pakai Mobil Dinas Peninggalan, Tak Lagi Sewa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara, Senin (21/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara, Senin (21/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wali Kota Samarinda Pakai Mobil Dinas Peninggalan, Tak Lagi Sewa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara, Senin (21/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara, Senin (21/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Wali Kota Samarinda Pakai Mobil Dinas Peninggalan, Tak Lagi Sewa

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara, Senin (21/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun kini menggunakan mobil dinas yang disebut sudah tersedia sejak Syaharie Jaang menjabat sebagai wali kota usai persoalan sewa mobil dinas Land Rover Defender yang sempat viral dan dikembalikan.

Andi Harun menegaskan, evaluasi penyewaan kendaraan dinas tersebut telah rampung dilakukan. Proses evaluasi tersebut telah dikoordinasikan dengan sejumlah aparat penegak hukum, yakni Kejaksaan Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektorat, dan Kementerian Dalam Negeri.

Hasil evaluasi tersebut, kata Andi Harun, membuat pihak penyedia jasa mengembalikan pembayaran sebesar Rp4,4 miliar dari total nilai sewa sekitar Rp5,3 miliar. “Kurang lebih telah dibayarkan oleh perusahaan kembali baik kepada kas daerah maupun kepada rekening pajak sebesar Rp4,4 miliar dari total Rp5,3 miliar,” jelas Andi Harun.

Penyampaian hasil evaluasi ini, kata dia, merupakan bagian dari pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat, sehingga diakui ada kesalahan dalam proses sebelumnya.

“Kami minta maaf atas apa yang pernah terjadi dan itu kami akui sebagai sebuah kesalahan. Kami tidak mencari-cari alasan untuk mengakui itu sebagai kesalahan, tapi yang paling penting adalah setelah kita melakukan kesalahan, kita mau berani melakukan koreksi atas kesalahan kita,” ujarnya.

Menurutnya, proses pemulihan dilakukan setelah ditemukan adanya pembayaran yang perlu dikoreksi. Hasil evaluasi tersebut kemudian dilaporkan kepada instansi terkait.

Sementara terkait kendaraan yang digunakannya saat ini, Andi Harun mengatakan dirinya memilih menggunakan kendaraan pribadi dan tidak melakukan pengadaan kendaraan baru dari Pemkot Samarinda.

Ia menyebut masih memiliki dua kendaraan dinas yang merupakan kendaraan peninggalan kepemimpinan sebelumnya. Di luar kedua kendaraan tersebut, menurutnya, kendaraan yang digunakan bersifat pribadi.

“Kalau teman-teman melihat saya memakai kendaraan lain dari yang sudah ada, berarti itu bukan dari pemerintah kota,” pungkasnya.