Klinik Gagal Jantung RSUD IA Moeis Resmi Beroperasi, Layani Pasien hingga 24 Jam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
RSUD IA Moeis Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
RSUD IA Moeis Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Klinik Gagal Jantung RSUD IA Moeis Resmi Beroperasi, Layani Pasien hingga 24 Jam

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
RSUD IA Moeis Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
RSUD IA Moeis Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Klinik Gagal Jantung RSUD IA Moeis Resmi Beroperasi, Layani Pasien hingga 24 Jam

RSUD IA Moeis Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Layanan Klinik Gagal Jantung di RSUD Inche Abdoel (IA) Moeis Samarinda mulai beroperasi dan telah melayani pasien. Layanan ini dirancang dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan pelayanan gagal jantung melalui poli jantung pada umumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih, mengatakan klinik tersebut menjadi layanan pertama di Kalimantan yang secara khusus memberikan pendampingan bagi pasien gagal jantung.

Menurutnya, selama ini pasien gagal jantung umumnya mendapatkan pelayanan melalui poli jantung. Sementara melalui klinik khusus, pasien akan mendapatkan pemantauan yang lebih intensif, termasuk ketika berada di rumah.

“Bahkan kita membuka klinik jantung itu melalui media WhatsApp. Semua penderita yang sudah didiagnosa gagal jantung dimasukkan dalam satu grup WhatsApp,” kata Ismid.

Dalam grup tersebut nantinya terdapat dokter spesialis jantung dan perawat khusus jantung. Pasien dapat berkonsultasi ketika mengalami keluhan atau kondisi tertentu selama berada di rumah.

Layanan tersebut diharapkan dapat membantu pasien mengelola kondisi kesehatannya sehari-hari sekaligus menekan risiko pasien harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

Ismid menjelaskan, pasien gagal jantung memiliki kecenderungan menjalani perawatan berulang. Karena itu, pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting untuk membantu menjaga kondisi pasien.

“Makanya dengan klinik gagal jantung ini kita harapkan pasien bisa mengatur, meregulasi kesehariannya,” ujarnya.

Dalam pelayanan tersebut, RSUD IA Moeis juga menyiapkan tiga dokter spesialis jantung. Pendekatan pelayanan nantinya juga dapat melibatkan dokter spesialis penyakit dalam, ahli gizi, spesialis paru hingga tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Ismid mengatakan keterlibatan puskesmas penting agar pemantauan pasien dapat berlanjut setelah pasien kembali ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Layanan Klinik Gagal Jantung tersebut juga dapat diakses oleh peserta BPJS Kesehatan. Ismid memastikan obat-obatan untuk pasien gagal jantung juga telah masuk dalam layanan yang ditanggung BPJS.

“Intinya pendekatannya komprehensif, itu yang paling utama,” pungkasnya.