Banner ADV

Tak Cukup Andalkan Aparat  Keamanan, Warga Pesisir Berau Ikut Jaga Ekosistem Laut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tak Cukup Andalkan Aparat  Keamanan, Warga Pesisir Berau Ikut Jaga Ekosistem Laut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Tak Cukup Andalkan Aparat  Keamanan, Warga Pesisir Berau Ikut Jaga Ekosistem Laut

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Menjaga laut Berau tidak hanya menjadi tugas aparat. Di tengah luasnya wilayah perairan yang harus diawasi, masyarakat pesisir kini didorong mengambil peran lebih besar untuk memastikan laut tetap aman dari praktik penangkapan ikan yang merusak.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan memperkuat keberadaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) sebagai bagian dari sistem pengawasan berbasis masyarakat.

Kelompok ini diharapkan mampu mengenali lebih cepat aktivitas mencurigakan di wilayah perairan masing-masing. Mulai dari penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan, alat tangkap yang berpotensi merusak ekosistem, hingga dugaan masuknya aktivitas penangkapan ikan ilegal dari luar daerah.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan masyarakat pesisir memiliki keunggulan dalam melakukan pengawasan karena sehari-hari beraktivitas langsung di laut.

“Yang paling mengetahui kondisi laut di wilayahnya adalah masyarakat sendiri. Karena itu, peran mereka sangat penting dalam pengawasan,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan masyarakat bukan berarti menggantikan tugas aparat. Pokmaswas justru menjadi penghubung ketika menemukan adanya aktivitas yang berpotensi mengancam sumber daya laut.

Di sisi lain, upaya menjaga ekosistem juga dibarengi dengan peningkatan kemampuan produksi nelayan. Pemkab Berau menyalurkan sejumlah bantuan, seperti perahu, mesin kapal, alat tangkap yang lebih ramah lingkungan, serta dukungan budidaya melalui penyediaan benih udang vaname dan ikan air tawar.

Bantuan tersebut diarahkan agar masyarakat dapat meningkatkan hasil usaha tanpa harus bergantung pada cara-cara penangkapan yang merusak.

Abdul Majid menilai keberhasilan pembangunan perikanan tidak semata-mata dilihat dari peningkatan produksi. Kondisi ekosistem sebagai tempat bergantungnya nelayan juga menjadi bagian penting yang harus dipertahankan.

“Produksi harus meningkat, tetapi lautnya juga harus tetap sehat. Dua hal itu harus berjalan bersama,” katanya.

Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan sarana produksi, pengelolaan perairan Berau diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi saat ini, tetapi juga menjaga sumber daya laut agar tetap tersedia dalam jangka panjang. (Adv)