Banner ADV

Ancur Paddas Didorong Naik Kelas, Gamalis Ingin Jadi Sajian Khas untuk Tamu Berau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2137 kali dibaca
Wakil Bupati Berau mencicipi hidangan Ancur Paddas saat meninjau stan peserta Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul di Lapangan Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau mencicipi hidangan Ancur Paddas saat meninjau stan peserta Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul di Lapangan Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ancur Paddas Didorong Naik Kelas, Gamalis Ingin Jadi Sajian Khas untuk Tamu Berau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2137 kali dibaca
Wakil Bupati Berau mencicipi hidangan Ancur Paddas saat meninjau stan peserta Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul di Lapangan Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Berau mencicipi hidangan Ancur Paddas saat meninjau stan peserta Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul di Lapangan Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Ancur Paddas Didorong Naik Kelas, Gamalis Ingin Jadi Sajian Khas untuk Tamu Berau

2137
Wakil Bupati Berau mencicipi hidangan Ancur Paddas saat meninjau stan peserta Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul di Lapangan Pemuda. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Ancur Paddas tak ingin hanya dikenal sebagai makanan tradisional masyarakat Berau. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong kuliner khas tersebut menjadi bagian dari identitas daerah sekaligus peluang usaha yang bisa dikembangkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat membuka Lomba Ancur Paddas, Puncak Rasul dan Festival Kue Tradisional di Lapangan Pemuda, Rabu (23/9/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Menurut Gamalis, kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk memperkenalkan karakter Berau kepada masyarakat luar.

Untuk itu, makanan khas daerah tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga perlu dikemas agar semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi.

“Kuliner khas ini jangan hanya kita lestarikan, tetapi harus dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Gamalis juga mendorong agar Ancur Paddas mulai hadir dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun agenda daerah. 

Bahkan, ia berharap hotel-hotel di Berau dapat menjadikan makanan tersebut sebagai salah satu pilihan menu bagi tamu.

“Saya ingin tamu yang datang ke Berau bisa dikenalkan dengan makanan khas kita,” katanya. Ia menilai promosi kuliner juga tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan pemerintah. 

Kreator konten dinilai memiliki peran penting untuk memperluas pengenalan makanan tradisional Berau melalui media sosial.

Selain Ancur Paddas, keberadaan Puncak Rasul dan beragam kue tradisional dalam festival tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu untuk mengembangkan keterampilan mengolah makanan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Di tengah kondisi Berau yang tengah menghadapi musim kemarau panjang dan kabut asap, Gamalis menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk sejenak berkumpul dan membangun semangat kebersamaan.

“Kita tidak boleh kehilangan semangat, harapan, dan kebersamaan,” tuturnya.

Melalui festival tersebut, Pemkab Berau berharap makanan tradisional tidak berhenti sebagai warisan kuliner, tetapi dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Berau bagi wisatawan. (Adv)