Banner ADV

Kuliner Tradisional Jadi Pintu Masuk Promosi Wisata Berau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Puncak Rasul  dan Ancur Paddas, Makanan Khas Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Puncak Rasul dan Ancur Paddas, Makanan Khas Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kuliner Tradisional Jadi Pintu Masuk Promosi Wisata Berau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Puncak Rasul  dan Ancur Paddas, Makanan Khas Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Puncak Rasul dan Ancur Paddas, Makanan Khas Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kuliner Tradisional Jadi Pintu Masuk Promosi Wisata Berau

Puncak Rasul dan Ancur Paddas, Makanan Khas Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Upaya mengenalkan pariwisata Berau tak hanya dilakukan dengan mempromosikan destinasi alam. 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melihat kuliner tradisional sebagai bagian penting yang dapat memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi pengalaman bagi wisatawan.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan makanan khas seperti Ancur Paddas, Puncak Rasul dan aneka kue tradisional memiliki nilai budaya yang melekat dengan kehidupan masyarakat Berau.

Menurutnya, keberadaan kuliner tradisional perlu terus diperkenalkan, terutama kepada generasi muda dan wisatawan yang datang ke Bumi Batiwakkal.

“Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat alam, tetapi juga ingin mengenal budaya dan kehidupan masyarakat. Kuliner tradisional menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan identitas Berau kepada mereka,” ujar Yudha

Ia menilai kegiatan festival kuliner yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb dapat menjadi ruang untuk mempertemukan budaya, pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Bagi Disbudpar, kuliner khas memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari paket pengalaman wisata. 

Wisatawan nantinya tidak hanya diajak menikmati destinasi, tetapi juga mencicipi makanan yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.

“Ini yang ingin kita dorong. Kuliner jangan hanya hadir ketika ada festival, tetapi bisa menjadi bagian dari aktivitas wisata dan diperkenalkan secara rutin kepada wisatawan,” katanya.

Yudha juga mendorong pelaku usaha kuliner untuk menjaga cita rasa sekaligus melakukan inovasi dalam penyajian. 

Menurutnya, pengembangan tersebut penting agar makanan tradisional tetap diminati tanpa kehilangan karakter aslinya.

Selain melalui kegiatan pemerintah, promosi kuliner khas Berau juga dinilai perlu diperkuat melalui media sosial. 

Peran pelaku UMKM dan kreator konten dapat membantu memperluas jangkauan promosi hingga ke luar daerah.

“Semakin sering kuliner khas Berau diperkenalkan, semakin besar peluang masyarakat luar mengenalnya. Ini sekaligus bagian dari promosi kebudayaan dan pariwisata kita,” pungkasnya. (Adv)