Krisis Air Baku, Perumda AMDT PPU Imbau Warga Siapkan Penampungan dan Penghematan Air Bersih

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku, Perumda AMDT PPU Imbau Warga Siapkan Penampungan dan Penghematan Air Bersih

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku, Perumda AMDT PPU Imbau Warga Siapkan Penampungan dan Penghematan Air Bersih

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau warga menyiapkan penampungan air lantaran debit air baku terus mengalami penurunan akibat kemarau. 

“Seluruh pelanggan diharapkan menyiapkan penampungan air dan melakukan penghematan karena pasokan air baku di Unit WTP Lawe-Lawe telah turun drastis,” kata Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, Rabu (23/9/2026). 

Ia mengatakan pelanggan Perumda AMDT diminta menyiapkan penampungan air serta penghematan karena pendistribusian air bersih telah dilakukan secara bergilir. 

Penyaluran air bersih secara bergilir telah dilakukan Perumda AMDT PPU sejak 18 September 2026. Jadwal penyaluran air bersih secara bergilir yang telah disusun Perumda AMDT akan berlangsung sampai 15 Oktober 2026. 

“Kemungkinan penyaluran secara bergilir diperpanjang apabila hingga bulan depan tidak turun hujan,” terangnya. 

Abdul Rasyid menyatakan untuk mengatasi krisis air baku di musim kemarau, Perumda AMDT berencana menggunakan air kolam bekas tambang batu bara yang berada dekat aliran Sungai Lawe-Lawe. 

Namun, penggunaan air kolam bekas tambang batu bara memerlukan rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU. 

“Kami sudah mengajukan ke DLH agar melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air kolam eks tambang batu bara. Pengujian itu diperlukan untuk memastikan apakah air tersebut layak digunakan sebagai sumber air baku atau tidak,” pungkasnya.