Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Tim Penyuluh Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam upaya penanganan dan mitigasi bencana.
Apresiasi tersebut disampaikan Staf Ahli Mabes TNI, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Agung Trisnanto, didampingi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsma TNI Anang Surdwiyono dan Komandan Kodim (Dandim) 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung.
Pertemuan dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud tersebut berlangsung dalam kegiatan permohonan melepas Tim Penyuluh Bencana Karhutla Mabes TNI di Balaikota Balikpapan, Rabu (23/9/2026).
Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) Agung mengatakan tim dari Mabes TNI bersama TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut telah melaksanakan penyuluhan penanganan bencana Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) selama hampir satu bulan.
Menurutnya, pelaksanaan tugas di Balikpapan berjalan aman dan lancar. Ia juga menilai kondisi kebencanaan di Balikpapan relatif terkendali, khususnya terkait Karhutla.
"Secara umum tidak ada perbedaan. Alhamdulillah di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, untuk kejadian bencana hampir tidak ada. Kebakaran hutan hampir tidak ada karena memang ini perkotaan," kata Brigjen TNI (Mar) Agung.
Ia menilai kondisi tersebut juga didukung struktur sosial masyarakat Balikpapan yang telah memiliki sistem dalam menghadapi bencana.
Menurutnya, masyarakat memiliki jaringan yang dapat bergerak dengan cepat ketika terjadi bencana.
"Kami melihat struktur sosial masyarakatnya sudah punya sistem yang bagus dalam menghadapi bencana. Mereka sudah punya jaringan-jaringan, apabila ada kejadian mereka sudah bergerak dengan cepat. Di Kota Balikpapan ini bagus sekali," ujarnya.
Sementara Marsma TNI Anang Surdwiyono menambahkan, penyuluhan yang dilakukan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat dalam meningkatkan mitigasi bencana.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat penting untuk membangun kesadaran terhadap potensi bahaya bencana. Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi sejak dini.
"Ini adalah salah satu wujud perhatian pemerintah pusat mengenai mitigasi bencana, menekankan pentingnya edukasi terhadap masyarakat," kata Marsma TNI Anang.
Tim Penyuluh Bencana Karhutla Mabes TNI dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Jumat (25/9/2026), setelah menyelesaikan tugas penyuluhan selama satu bulan di Kaltim.
Brigjen TNI (Mar) Agung mengatakan, kegiatan penyuluhan selanjutnya akan dilanjutkan oleh jajaran kewilayahan, termasuk Kodim dan Koramil, sebagai bagian dari upaya penanggulangan Karhutla secara berkelanjutan.
"Harapannya semoga bencana ini segera berlalu, Allah SWT segera menurunkan hujan, dan masyarakat semakin menyadari bahaya ini sehingga bisa mengantisipasi dan memitigasi bencana secara lebih awal," harapannya.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud juga mengapresiasi keberadaan Tim Penyuluh Bencana Karhutla Mabes TNI yang telah memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat selama berada di Balikpapan.
Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau panjang yang membuat warga perlu lebih berhati-hati dalam melakukan pembukaan lahan.
"Kita berterima kasih dan memberikan apresiasi karena memberikan edukasi dan penyuluhan kepada warga akan arti pentingnya menjaga lingkungan, terutama masalah kebakaran hutan," ujar Rahmad.
Ia mengatakan, Pemkot Balikpapan juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran, termasuk kebakaran kecil yang dapat terjadi akibat ketidaktahuan warga.
Selain edukasi, Rahmad menyebut penguatan peralatan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan Karhutla ke depan.
Menurutnya, ketersediaan peralatan yang memadai diperlukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.
"Yang kita perlukan itu bagaimana penanganan yang lebih serius, dalam hal ini masalah peralatan," katanya.
Rahmad menyebut kebutuhan peralatan tersebut tidak hanya penting bagi Balikpapan, tetapi juga wilayah Kalimantan lainnya seperti Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Utara (Kaltara).
"Alat untuk menanggulangi dan menangani kebakaran hutan nanti ke depan," pungkasnya.


