Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN - Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau mendorong pelaku usaha di Sabah, Malaysia, untuk memperluas jaringan perdagangan dan investasi ke Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui forum bisnis Tawau Trade & Investment Talk yang digelar di Hotel Emas, Tawau.
Kepala KRI Tawau, Dino Nurwahyudin, mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha Sabah dengan berbagai informasi mengenai peluang perdagangan dan investasi di Indonesia.
Menurut Dino, penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Sabah tidak hanya dapat dilakukan melalui perdagangan lintas batas, tetapi juga melalui investasi dan kemitraan bisnis yang lebih luas.
“Forum ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus merangkul dunia usaha di wilayah kerja KRI Tawau dan membuka lebih banyak peluang kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” kata Dino.
Forum tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai sektor usaha, mulai dari perkebunan kelapa sawit, perikanan, kesehatan, konstruksi, perhotelan hingga perdagangan ritel.
Kegiatan itu juga mendapat perhatian dari unsur pemerintah dan legislatif Sabah. Dari jajaran eksekutif hadir Pembantu Menteri kepada Menteri Pelancongan, Kebudayaan dan Alam Sekitar Sabah, YB Dr Andi Md Shamsureezal bin Mohd Sainal, serta Wakil Presiden Majlis Perbandaran Tawau, Tuan Mohd Fawzi bin Abdul Kadir.
Sementara dari unsur legislatif, hadir YB Tuan Syed Ahmad Syed Abas selaku ADUN N.67 Balung dan Tuan Justin Wong Yung Bin selaku ADUN N.69 Sri Tanjong.
Dino menjelaskan, forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang perdagangan, investasi, perbankan, kawasan industri, serta pengembangan bisnis.
Atase Perdagangan RI pada KBRI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar, hadir secara langsung. Sementara narasumber lainnya mengikuti kegiatan secara daring, yakni Direktur Promosi Investasi AASP BKPM RI Saribua Siahaan, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur Cipto Wibowo, Bank Indonesia Jawa Timur Fandi Puriandi, perwakilan Patimban Industrial Estate, serta CEO Audie Group Ozie Hansery Moechlis.
Berbagai peluang investasi di Indonesia dipaparkan dalam forum tersebut, termasuk akses pasar, kawasan industri dan ekonomi strategis, hingga dukungan infrastruktur yang menunjang aktivitas perdagangan.
Salah satu yang diperkenalkan adalah kawasan industri yang terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan kegiatan bisnis dan memperluas jaringan pasar di Indonesia.
Selain peluang investasi, KRI Tawau turut menyampaikan informasi mengenai penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan.
Dino mengatakan, TEI dapat menjadi salah satu momentum bagi pelaku usaha Sabah untuk melihat langsung potensi produk, mitra usaha, serta peluang kerja sama dengan pelaku bisnis Indonesia.
“Pelaku usaha Sabah memiliki peluang untuk membangun kemitraan strategis dengan dunia usaha di Indonesia, baik melalui perdagangan maupun investasi. Kami berharap forum seperti ini dapat membuka jaringan baru dan memperkuat rantai pasok kedua negara,” ujarnya.
Kerja sama ekonomi tersebut diharapkan tidak berhenti pada hubungan dagang, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memberikan nilai tambah bagi dunia usaha di kedua wilayah.
Menurut Dino, peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi juga berpotensi membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Sabah.
KRI Tawau, lanjutnya, akan terus membangun komunikasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Sabah untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.
“Komitmen kami adalah terus membangun jembatan kerja sama antara Indonesia dan Sabah, khususnya melalui sektor perdagangan dan investasi,” kata Dino.
Penyelenggaraan Tawau Trade & Investment Talk menjadi salah satu langkah konkret KRI Tawau dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Sabah sekaligus memperkenalkan potensi bisnis Indonesia kepada dunia usaha di wilayah perbatasan Malaysia.


