Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Faisal menyoroti tingkat kehadiran anggota dewan dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 serta rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.
Sorotan tersebut disampaikan Andi Faisal dalam rapat paripurna DPRD Kukar, Rabu (23/9/2026).
Ia menilai meski rapat telah memenuhi kuorum secara aturan, jumlah anggota yang hadir belum mencerminkan besarnya kepentingan masyarakat yang dibahas dalam forum tersebut.
Andi Faisal mengatakan dari total 45 anggota DPRD Kukar, hanya 25 anggota yang hadir sehingga rapat tetap dapat dilaksanakan karena telah memenuhi ketentuan kuorum.
“Kita keterhadap fraksi lain pun sama. Ini kan kita lihat, kalau kami ini kan minus satu orang, memang lagi izin cuti umroh,” ujarnya.
Menurutnya, pembahasan KUA-PPAS merupakan proses penting karena berkaitan dengan arah kebijakan anggaran daerah dan kepentingan masyarakat Kukar.
Untuk itu, ia berharap seluruh anggota DPRD dapat memberikan perhatian sejak proses pembahasan hingga tahap finalisasi.
“Nah harapan kita kedepannya kalau hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat kukar. Ini harusnya ada kesempatan bersama gitu loh, jangan berpikirnya ketika ada something atau sesuatu baru ikut menikmati lah,” katanya.
Ia menilai, kehadiran anggota dewan seharusnya tidak hanya terlihat ketika seluruh proses telah selesai dan keputusan telah ditetapkan.
Menurutnya, keterlibatan sejak awal diperlukan agar setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pandangan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Tapi ketika proses bahkan sampai finalisasi KUA pada hari ini yang kita lihat kan ya sangat miris sekali,” ucapnya.
Andi Faisal mengakui secara aturan rapat tersebut telah memenuhi persyaratan karena dihadiri 25 anggota.
Namun, ia menilai secara representasi, jumlah tersebut masih jauh dari total 45 anggota DPRD Kukar. “Walaupun secara peraturan perundangan, kita sudah korum 25, tapi kan dari angka 45 itu kan sangat tidak elegan sekali ketika melihat kepentingan yang lebih besar yang harus kita depankan,” tegasnya.
Ke depan, Andi Faisal berharap persoalan kehadiran anggota DPRD menjadi perhatian bersama seluruh fraksi.
Ia mengajak pimpinan DPRD dan anggota dari fraksi lain untuk duduk bersama dan mencari langkah agar tingkat kehadiran dalam agenda-agenda penting dapat lebih baik.
“Jadi kedepannya Pak Ketua, harapan kita, saya mengajak dari fraksi pdi perjuangan berkait masalah absensi ini, teman-teman fraksi lain, saya bersama-sama, duduk bersama, hilangkan kepentingan-kepentingan pribadi demi masyarakat kukar,” pungkasnya. (Adv)


