Dampak Kabut Asap, Disdikpora PPU Terapkan Pembelajar dari Rumah di Wilayah Sepaku

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dampak Kabut Asap, Disdikpora PPU Terapkan Pembelajar dari Rumah di Wilayah Sepaku

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dampak Kabut Asap, Disdikpora PPU Terapkan Pembelajar dari Rumah di Wilayah Sepaku 

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menerapkan proses belajar mengajar dari rumah atau secara online bagi siswa di wilayah Kecamatan Sepaku. 

Belajar daring ini karena kabut asap yang melanda wilayah tersebut beberapa pekan terakhir. Tapi, belakangan ini Disdikpora PPU juga tengah mempertimbangkan untuk menerapkan proses belajar mengajar dari rumah untuk kecamatan lainnya lantaran kondisi kabut asap cukup mengkhawatirkan. 

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU per 24 September 2026, wilayah Kecamatan Penajam masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan Kecamatan Waru, Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku masuk kategori tidak sehat. 

“Untuk saat ini Kecamatan Babulu masuk dalam pertimbangan untuk dilaksanakan proses belajar mengajar secara online. Tetapi, menutup kemungkinan juga akan diterapkan di Kecamatan Waru dan Penajam apabila kondisi kabut asap tidak mereda,” kata Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, Kamis (24/9/2026). 

Durajat menyatakan Disdikpora PPU terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan kepala daerah sebelum menentukan kebijakan pembelajaran secara online untuk kecamatan lainnya. 

“Beberapa hari terakhir kualitas udara di wilayah Babulu tidak sehat. Karena itu, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pimpinan apakah dilakukan penerapan pembelajaran dari rumah atau tidak untuk wilayah Babulu,” tuturnya. 

Ia mengungkapkan, Disdikpora telah menginstruksikan seluruh sekolah yang ada wilayah Kecamatan Babulu, Waru dan Penajam yang belum menerapkan proses belajar mengajar dari rumah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan. 

Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Kami juga meminta seluruh guru dan siswa menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan,” pungkasnya.