KRI Tawau Jemput Bola, 705 PMI di Sabah Dapat Layanan Konsuler

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Perekaman identitas para PMI di Sabah, Malaysia oleh KRI Tawau (Foto: KRI Tawau)
Perekaman identitas para PMI di Sabah, Malaysia oleh KRI Tawau (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

KRI Tawau Jemput Bola, 705 PMI di Sabah Dapat Layanan Konsuler

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Perekaman identitas para PMI di Sabah, Malaysia oleh KRI Tawau (Foto: KRI Tawau)
Perekaman identitas para PMI di Sabah, Malaysia oleh KRI Tawau (Foto: KRI Tawau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

KRI Tawau Jemput Bola, 705 PMI di Sabah Dapat Layanan Konsuler

Perekaman identitas para PMI di Sabah, Malaysia oleh KRI Tawau (Foto: KRI Tawau)

Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

NUNUKAN — Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau kembali menghadirkan layanan konsuler langsung ke lokasi kerja Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah, Malaysia. 

Kali ini, sebanyak 705 PMI yang bekerja di ladang milik Sabah Softwood Berhad dan IOI Plantation mendapatkan berbagai pelayanan administrasi tanpa harus meninggalkan tempat kerja.

Layanan tersebut dikemas melalui program “Warung Konsuler” yang menyasar perusahaan dengan jumlah PMI cukup banyak dan berada jauh dari Kantor KRI Tawau.

Kepala Konsulat RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan Warung Konsuler merupakan bentuk pelayanan jemput bola untuk mendekatkan layanan Pemerintah Indonesia kepada para PMI, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan jarak, waktu maupun biaya untuk datang langsung ke kantor konsulat.

“Melalui Warung Konsuler, kami mendatangi langsung perusahaan tempat PMI bekerja, terutama yang lokasinya cukup jauh dari kantor konsulat dan memiliki jumlah PMI yang membutuhkan pelayanan dalam jumlah besar,” kata Dino.

Pelayanan di Sabah Softwood Berhad melayani 213 PMI. Sementara di IOI Plantation, layanan dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah penerima layanan mencapai 492 PMI.

Beragam kebutuhan administrasi dan dokumen kependudukan dapat diselesaikan melalui layanan tersebut, di antaranya pembuatan dan perpanjangan paspor bagi WNI beserta keluarganya, pengesahan kontrak kerja dan penerbitan Surat Bukti Pencatatan Kelahiran (SBPK) bagi anak-anak PMI.

KRI Tawau juga memberikan layanan pembuatan Nomor Identitas Tunggal (NIT), sekaligus perekaman data diri bagi WNI yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dino menjelaskan, pelaksanaan Warung Konsuler sengaja dilakukan di luar jam kerja atau pada akhir pekan. Pola tersebut diterapkan agar PMI tetap dapat bekerja seperti biasa sekaligus tidak mengganggu pelayanan bagi WNI yang datang langsung ke Kantor KRI Tawau.

“Dengan layanan yang datang langsung ke tempat kerja, PMI tidak perlu mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya untuk datang ke Kantor KRI Tawau. Harapannya, mereka dapat tetap fokus bekerja dan kebutuhan administrasinya juga dapat diselesaikan,” ujarnya.

Selain pelayanan dokumen, Warung Konsuler menjadi ruang bagi PMI untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama bekerja di Malaysia. 

Petugas KRI Tawau membuka ruang konsultasi sehingga persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Antusiasme PMI terlihat selama pelaksanaan kegiatan di kedua perusahaan tersebut. Mereka tidak hanya memanfaatkan layanan administrasi, tetapi juga berdiskusi langsung dengan petugas konsuler mengenai berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

Dino menegaskan, KRI Tawau akan terus memperkuat pelayanan dan pelindungan bagi PMI di wilayah kerjanya. 

Menurut dia, kehadiran negara tidak hanya ditunjukkan melalui pelayanan di kantor perwakilan, tetapi juga dengan mendatangi langsung WNI yang berada di lokasi kerja yang jauh dari pusat layanan.

“Kami akan terus memberikan pelayanan dan pelindungan terbaik bagi PMI di wilayah kerja KRI Tawau. Ini merupakan bagian dari komitmen dan bukti nyata kehadiran negara bagi Warga Negara Indonesia di luar negeri,” pungkas Dino.