Pemkot Samarinda Tegaskan Sodetan Loa Janan Ilir Bukan untuk Pindahkan Beban Banjir ke Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kawasan yang akan dibuat sodetan sebagai upaya menanggulangi banjir di Loa Janan Ilir, Samarinda dan Loa Janan Ulu, Kukar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kawasan yang akan dibuat sodetan sebagai upaya menanggulangi banjir di Loa Janan Ilir, Samarinda dan Loa Janan Ulu, Kukar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Tegaskan Sodetan Loa Janan Ilir Bukan untuk Pindahkan Beban Banjir ke Kukar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kawasan yang akan dibuat sodetan sebagai upaya menanggulangi banjir di Loa Janan Ilir, Samarinda dan Loa Janan Ulu, Kukar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kawasan yang akan dibuat sodetan sebagai upaya menanggulangi banjir di Loa Janan Ilir, Samarinda dan Loa Janan Ulu, Kukar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Samarinda Tegaskan Sodetan Loa Janan Ilir Bukan untuk Pindahkan Beban Banjir ke Kukar

Kawasan yang akan dibuat sodetan sebagai upaya menanggulangi banjir di Loa Janan Ilir, Samarinda dan Loa Janan Ulu, Kukar. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA – Rencana pembangunan sodetan di kawasan perbatasan Loa Janan Ilir, Samarinda, dan Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar), ditegaskan bukan untuk memindahkan persoalan banjir dari Samarinda ke wilayah Kukar.

Plt Camat Loa Janan Ilir, Aditya Koesprayogi mengatakan sodetan tersebut merupakan bagian dari rekayasa teknis untuk memecah dan mendistribusikan aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, rencana tersebut tidak bisa dilihat hanya dari sisi hilir yang seolah-olah akan menjadi jalur pengalihan seluruh air dari Samarinda. 

Pemerintah juga telah menyiapkan rekayasa di bagian hulu sebagai bagian dari satu kesatuan penanganan banjir.

Pernyataan tersebut sebagai respons dari demonstrasi penolakan yang dilakukan warga Loa Janan Ulu pada Rabu (23/9/2026). 

“Ini pengurai masalah sekaligus pendorong terhadap rencana makro yang selama ini telah ditetapkan bersama oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, BWS dan juga pemerintah kota,” ujar Aditya, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, kawasan Tani Aman, Simpang Tiga, hingga Loa Janan Ulu sama-sama terdampak ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Karena itu, pemerintah menilai aliran air perlu dipecah agar tidak seluruhnya terkonsentrasi pada satu lokasi.

Salah satu rekayasa yang disiapkan yakni tanggul setinggi sekitar 1,5 meter di bagian hulu. Dengan konstruksi tersebut, pada kondisi hujan dengan intensitas sedang, air masih diarahkan mengalir melalui koridor drainase Kota Samarinda.

“Kalau kondisi hujan sedang saja itu belum akan melimpah air, tapi tetap mengalir dalam koridor drainasenya Kota Samarinda,” jelasnya.

Namun, ketika debit air meningkat akibat hujan berintensitas besar, pemerintah menyiapkan ruang untuk menampung sementara sebagian aliran melalui sodetan.

Pemkot Samarinda sebelumnya merencanakan sodetan tersebut dibangun menghubungkan Sungai Loa Lah dengan Sungai Loa Janan yang bermuara ke Sungai Mahakam. Panjangnya sekitar 600 meter dengan lebar sekitar enam meter.

“Pemecahan ini dengan menggunakan rekayasa teknis berupa tanggul setinggi 150 sentimeter. Setelah air itu dalam kapasitas besar, memang harus dibagi airnya,” katanya.

Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar pada 2026 untuk memulai pekerjaan fisik sodetan. 

Pemerintah Kecamatan Loa Janan Ilir akan berkoordinasi dengan Kecamatan Loa Janan untuk mempertemukan unsur pemerintah dengan tokoh masyarakat dan warga Loa Janan Ulu.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai rencana teknis sodetan.
“Kami berharap saudara-saudara di Loa Janan Ulu bisa memahami secara utuh bagaimana rencana ini tidak serta-merta memindahkan masalah seperti yang diduga selama ini,” tegasnya.