Banner ADV

Beseprah Erau 2026, Raja dan Rakyat Duduk Bersama

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pelaksanaan beseprah erau 2026 (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Pelaksanaan beseprah erau 2026 (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Beseprah Erau 2026, Raja dan Rakyat Duduk Bersama

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pelaksanaan beseprah erau 2026 (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Pelaksanaan beseprah erau 2026 (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Beseprah Erau 2026, Raja dan Rakyat Duduk Bersama

Pelaksanaan beseprah erau 2026 (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Tradisi Beseprah kembali digelar dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Jalan Diponegoro, depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (24/9/2026).

Beseprah tahun ini mempertemukan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, jajaran Forkopimda dan masyarakat dalam satu jamuan makan bersama.

Para pejabat tidak ditempatkan dalam satu lokasi khusus, tetapi disebar di sejumlah titik untuk duduk dan makan bersama warga.

Hidangan yang disajikan juga sama untuk seluruh peserta, di antaranya Gence Ruan, Serabi Kutai, Jenderal Mabok dan mihun.

Bupati Aulia mengatakan konsep tersebut diterapkan untuk mengembalikan makna Beseprah sebagai tradisi makan bersama antara pemimpin dan masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai tahun 2026. Kita ketahui dalam tradisi Beseprah ini, kita melakukan makan bersama dengan seluruh warga masyarakat, duduk bersama dengan menu yang sama dan merasakan kenikmatan yang sama dengan seluruh warga masyarakat yang ada,” katanya.

Menurut Aulia, Beseprah tidak semestinya hanya mempertemukan para pejabat, sehingga konsep pelaksanaan tahun ini diubah dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian langsung dari jamuan.

“Iya, karena memang kita berusaha merubah tradisi yang ada. Kalau seandainya sesama pejabat itu tidak Beseprah namanya, tidak duduk bersama dengan rakyat, akan tetapi sesama orang-orang yang biasanya kita temui setiap harinya,” ujarnya.

“Sebab, konsep ini kita ubah. Berhadapan dengan kami beserta Ayahanda Sultan itu langsung warga masyarakat dan semua membaur.”

Jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) juga disebar di berbagai titik untuk bergabung dengan masyarakat.

“Semua membaur. Organisasi perangkat daerah juga kita sebar di seluruh titik, sehingga semuanya membaur dengan warga masyarakat. Tentunya tradisi yang baik ini akan coba kita pertahankan terus dan mudah-mudahan warga masyarakat suka,” tutur Aulia.

Ia mengatakan, Beseprah memiliki nilai kebersamaan dan kesetaraan karena seluruh peserta duduk di atas alas yang sama serta menikmati hidangan yang sama.

“Bahkan malah sungkan ketika diperlakukan seperti ini,” katanya.

Beseprah merupakan tradisi makan bersama masyarakat Kutai dengan duduk bersila di atas tikar atau seprah. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, kesetaraan, toleransi dan ungkapan syukur.

Aulia berharap nilai kebersamaan dalam Beseprah dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Harapan kita bahwa dengan adanya Beseprah ini tentunya kita menginginkan bahwa semangat kita, semangat kebersamaan kita, semangat kita saling support satu dengan yang lain, saling membantu satu dengan yang lain, duduk setara satu dengan yang lain, ini menginspirasi kita dalam proses pembangunan yang ada di Kabupaten Kukar,” ungkapnya.

“Kukar ini adalah milik kita bersama, Kesultanan adalah milik kita bersama. Tentunya dengan semangat, spirit yang kita dapatkan hari ini, ini menjadi modal dasar, modal kuat kita untuk membangun Kutai Kartanegara menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi Beseprah.

“Pesan untuk generasi muda adalah generasi muda harus, harus bersatu dengan budaya ini karena ini adalah identitas kita, identitas Kukar,” katanya.

Menurut Aulia, Beseprah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan makan bersama, tetapi juga memiliki nilai budaya yang perlu dipahami generasi berikutnya.

“Dan sekali lagi, Beseprah ini bukan sekadar makan. Banyak nilai, value yang ada di dalamnya, dan mudah-mudahan kita semua bisa merasakan nilai, value yang ada dalam Beseprah ini,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda terus mengikuti dan menghayati tradisi tersebut agar Beseprah tetap menjadi warisan budaya yang dipertahankan.

“Tentunya kita berharap juga generasi muda bisa menghayati, bisa mengikuti ini, sehingga ini akan menjadi warisan budaya turun-temurun yang akan terus kita jaga dan kita pertahankan,” tandasnya. (Adv)