Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan kesehatan dan menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan di tengah musim kemarau dan ancaman kabut asap regional Kalimantan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menekan tingginya angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Laisa Hamisah mengungkapkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, kasus gangguan saluran pernapasan saat ini menunjukkan grafik yang perlu mendapat perhatian serius.
Kondisi ini diperparah oleh cuaca panas ekstrem serta ancaman kiriman kabut asap dari sejumlah wilayah di Kalimantan.
"Angka menunjukkan gangguan saluran pernapasan sangat tinggi. Apalagi bagi orang yang punya riwayat penyakit asma," kata Laisa, Kamis (24/9/2026).
Ia menegaskan, pembakaran sampah atau lahan sekecil apa pun di pemukiman warga dapat memperburuk kualitas udara yang sudah terpapar kabut asap.
Asap pembakaran lokal tersebut langsung menjadi pemicu utama iritasi saluran pernapasan warga sekitar.
Untuk itu, ia meminta kesadaran bersama dari masyarakat untuk tidak memicu polusi udara buatan yang dapat membahayakan kesehatan lingkungan.
"Pertama untuk pembakaran, jangan bakar-bakar, karena asapnya. Kedua, kalau kita berjalan, pakai masker," tegasnya.
Selain menghentikan aktivitas pembakaran, Laisa juga mengingatkan warga untuk menjaga ketahanan tubuh di tengah cuaca panas ekstrem.
Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi, mengurangi aktivitas luar rumah yang tidak mendesak, serta disiplin menggunakan masker saat bepergian.
Ia pun meminta warga untuk mematuhi arahan dari Dinkes dan tidak menunda memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
"Kalau keluar rumah pakai masker. Kemudian kalau ada keluhan, tetap berobat," imbuhnya.


