Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Sebanyak 296 guru kelas SD/MI se-Kecamatan Bontang Selatan mengikuti program peningkatan kapasitas guru yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Bontang Selatan. Selama tiga hari, para guru mendapat penguatan terkait pengelolaan pembelajaran, digitalisasi pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial.
Kegiatan yang berlangsung 24–26 September 2026 ini merupakan program rutin KKG dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang sebagai wadah profesi para guru.
Pembukaan sekaligus kegiatan klasikal digelar di Auditorium 3D, Kamis (24/9/2026). Sejumlah materi strategis diberikan kepada peserta sebagai bekal untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Salah satu materi disampaikan Yani Astuti dari BGTK Kalimantan Timur yang membahas Aplikasi Pembelajaran Mendalam. Materi tersebut menjadi bagian dari penguatan pemahaman guru terhadap pendekatan pembelajaran yang mendorong proses belajar lebih bermakna bagi peserta didik.
Selain itu, materi Koding dan Kecerdasan Artifisial disampaikan Muri Mukhrianto, Materi ini memberikan penguatan kepada guru terkait perkembangan teknologi serta pemanfaatannya dalam mendukung proses pendidikan dan pembelajaran.
Sementara materi Digitalisasi Pembelajaran disampaikan Rahman Halim, Pembahasan tersebut diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran yang semakin berkembang.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Bontang Selatan, Koriyatin, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu upaya KKG untuk terus meningkatkan kapasitas guru agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan.
“Ini program rutin yang dilaksanakan oleh KKG untuk peningkatan kapasitas guru dalam pengelolaan pembelajaran,” kata Koriyatin.
Setelah mengikuti kegiatan klasikal, peserta selanjutnya dibagi ke dalam tiga lokus berdasarkan fase pembelajaran. Pembagian tersebut dilakukan agar penguatan yang diberikan lebih sesuai dengan karakteristik pembelajaran dan kebutuhan guru pada masing-masing fase.
Guru yang mengajar Fase A mengikuti kegiatan di SDN 006 Bontang Selatan. Kemudian Fase B dipusatkan di SDN 011 Bontang Selatan, sedangkan guru Fase C mengikuti kegiatan di SDN 002 Bontang Selatan.
Dengan pembagian tersebut, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara umum, tetapi juga memberikan ruang bagi guru untuk mendapatkan penguatan yang lebih spesifik berdasarkan fase peserta didik yang mereka ajar.
Koriyatin menambahkan, keterlibatan 296 guru dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya belajar bersama di kalangan pendidik. Guru tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran.
Penguatan mengenai pembelajaran mendalam, koding dan kecerdasan artifisial, serta digitalisasi pembelajaran juga menjadi relevan dengan perkembangan pendidikan yang semakin membutuhkan kemampuan adaptasi terhadap teknologi.
Selama tiga hari pelaksanaan, hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh para guru dalam pembelajaran di sekolah masing-masing, sehingga peningkatan kapasitas yang dilakukan melalui forum KKG memberikan dampak langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar di kelas.


