Rancangan Perubahan APBD Samarinda 2026 Terkoreksi Rp213 Miliar, Turun dari Rp3,96 Jadi Rp3,75 Triliun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam Rapat Paripurna, Kamis (24/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam Rapat Paripurna, Kamis (24/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Rancangan Perubahan APBD Samarinda 2026 Terkoreksi Rp213 Miliar, Turun dari Rp3,96 Jadi Rp3,75 Triliun

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam Rapat Paripurna, Kamis (24/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam Rapat Paripurna, Kamis (24/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Rancangan Perubahan APBD Samarinda 2026 Terkoreksi Rp213 Miliar, Turun dari Rp3,96 Jadi Rp3,75 Triliun

Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam Rapat Paripurna, Kamis (24/9/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Rancangan Perubahan APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2026 mengalami koreksi sebesar Rp213,15 miliar dari postur awal Rp3,96 triliun menjadi Rp3,75 triliun.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 mengacu pada perubahan KUA dan PPAS yang telah dibahas dan disepakati bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan DPRD.

Dalam rancangan tersebut, total APBD yang semula Rp3,96 triliun terkoreksi Rp213,15 miliar menjadi Rp3,75 triliun.

"Dalam pelaksanaan Tahun Anggaran 2026, hasil evaluasi pembangunan sampai dengan Triwulan II menunjukkan adanya perkembangan kondisi yang memerlukan penyesuaian terhadap asumsi dan kebijakan anggaran," jelas Andi Harun dalam rapat Paripurna Penyampaian Raperda tentang Perubahan APBD 2026, Kamis (24/9/2026). 

Koreksi terbesar terjadi pada sisi pendapatan daerah. Target pendapatan yang semula diproyeksikan sebesar Rp3,89 triliun turun Rp211,76 miliar menjadi Rp3,68 triliun.

Penurunan tersebut berasal dari dua komponen utama, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer. Target PAD berkurang Rp57,65 miliar, dari Rp1,40 triliun menjadi Rp1,34 triliun.

Sementara pendapatan transfer terkoreksi lebih besar, yakni Rp156,70 miliar, dari Rp2,47 triliun menjadi Rp2,31 triliun.

Di sisi lain, komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah justru mengalami kenaikan sebesar Rp2,58 miliar, dari Rp14,02 miliar menjadi Rp16,61 miliar.

Pada sisi belanja, anggaran daerah juga mengalami perubahan dari Rp3,96 triliun menjadi Rp3,75 triliun atau berkurang Rp213,15 miliar.

Meski secara keseluruhan turun, belanja operasi justru meningkat Rp59,99 miliar, dari Rp2,47 triliun menjadi Rp2,53 triliun.

Sementara belanja modal mengalami pengurangan cukup besar, yakni Rp276,15 miliar. Anggaran belanja modal yang semula Rp1,48 triliun menjadi Rp1,20 triliun.

Adapun belanja tidak terduga naik Rp3 miliar, dari Rp10 miliar menjadi Rp13 miliar.

Selain perubahan pada pendapatan dan belanja, penerimaan pembiayaan daerah dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya juga mengalami penyesuaian. Anggarannya turun Rp1,38 miliar, dari Rp78 miliar menjadi Rp76,61 miliar.

Andi Harun menegaskan arah pembangunan Samarinda pada 2026 tetap berada pada tahapan Penguatan Fondasi Pembangunan Samarinda MAJU, dengan tema peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk mendukung kualitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

"Perubahan ini terutama dipengaruhi oleh perkembangan kapasitas fiskal daerah, termasuk penyesuaian kebijakan transfer ke daerah dan dana bagi hasil," pungkasnya.