Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Mangkuraja Gasing Community (MGC) berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam rangkaian lomba olahraga tradisional Begasing pada Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).
Anggota MGC, Aldi Yuspan, mengatakan timnya meraih prestasi pada beberapa kategori yang diperlombakan. Salah satunya lomba beturai massal kategori umum, dengan MGC meraih juara III.
Sementara pada kategori beturai massal anak-anak, MGC meraih juara I melalui Hapis. Sedangkan juara III kategori umum diraih Asni.
Prestasi MGC berlanjut pada perlombaan kategori beregu bepoin. Dalam kategori tersebut, MGC berhasil memborong tiga posisi sekaligus, yakni juara I, juara II, dan juara III.
“Alhamdulillah tahun ini teman-teman khususnya di MGC mendapatkan banyak penghargaan. Ada lomba beturai dan juga lomba beregu bepoin. Kami memborong juara satu, juara dua, dan juara tiga,” ujar Aldi. Kamis (24/9/2026)
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif bagi komunitas dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Aldi mengaku telah mengikuti lomba Begasing dalam rangkaian Erau sejak 2013, saat dirinya masih duduk di bangku SMP. Hingga 2026, ia masih aktif mengikuti kegiatan olahraga tradisional tersebut.
Sementara itu, MGC sendiri telah terbentuk sekitar 2011–2012. Namun, aktivitas komunitas sempat vakum karena berkurangnya event yang mempertandingkan olahraga tradisional, termasuk Begasing.
“Agak sedikit lama vakum dikarenakan sempat hilangnya lomba-lomba di setiap event. Baru beberapa tahun terakhir setelah Covid-19, kami aktif kembali untuk kegiatan lomba olahraga tradisional,” katanya.
Selain mengikuti perlombaan di Tenggarong, MGC juga pernah mengikuti sejumlah kompetisi di luar daerah. Di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), komunitas tersebut pernah meraih juara I dan juara III dalam rangkaian kegiatan ulang tahun daerah.
MGC juga pernah mengikuti lomba Kemilau di Samarinda dan meraih juara pada kategori beturai, termasuk juara I dan juara III sekitar 2016.
Pada tahun ini, MGC kembali mencatat prestasi dalam lomba yang digelar untuk memperingati hari ulang tahun Polres Kutai Kartanegara di Tenggarong. Dalam perlombaan tersebut, MGC meraih juara III kategori beregu.
Untuk menjaga kemampuan para anggota, MGC rutin menggelar latihan. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan pada malam Kamis dan malam Minggu.
Selain latihan, anggota komunitas juga menggelar kegiatan arisan dengan nominal sekitar Rp5 ribu yang menjadi sarana berkumpul dan mempererat silaturahmi. Kegiatan itu biasanya berlangsung di kawasan Pasar Tangga Arung atau area parkir Tangga Arung Square.
Aldi berharap olahraga tradisional Begasing semakin mendapat ruang melalui berbagai event, baik di Tenggarong maupun daerah lainnya.
Ia menilai keberadaan kompetisi penting untuk menjaga agar olahraga tradisional khas Kutai tetap dikenal dan tidak hilang.
“Semoga olahraga tradisional khususnya Begasing makin banyak event-event selanjutnya di Tenggarong khususnya atau di luar Tenggarong, bahkan di tingkat provinsi. Jangan sampai olahraga tradisional di Tenggarong ini hilang, karena ini salah satu cara menunjukkan bahwa gasing Kutai masih ada di Indonesia,” pungkasnya.


