Tiga Desa di Kutim Belum Teraliri Listrik Penuh, Pemkab Siapkan Sejumlah Opsi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga Desa di Kutim Belum Teraliri Listrik Penuh, Pemkab Siapkan Sejumlah Opsi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tiga Desa di Kutim Belum Teraliri Listrik Penuh, Pemkab Siapkan Sejumlah Opsi

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Pemkab Kutim menyiapkan sejumlah skema untuk memenuhi kebutuhan listrik warga di tiga desa yang masih menghadapi keterbatasan pasokan, yakni Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengejar target elektrifikasi hingga seluruh wilayah Kutim teraliri listrik.

Sebelumnya, capaian elektrifikasi Kutim disebut telah mencapai 97,87 persen.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi mengatakan, skema penyediaan listrik untuk masing-masing wilayah masih berbeda. 

Untuk Pulau Miang, pemerintah mempertimbangkan penggunaan listrik komunal yang dikelola PLN.

Menurutnya, listrik komunal sebenarnya telah tersedia di Pulau Miang. Namun, sistem yang berjalan saat ini belum dikelola sebagai layanan komunal PLN.

“Untuk yang di Pulau Miang itu rencana pakai listrik komunal PLN. Tinggal nanti apakah masyarakat desa itu bersedia menyambung PLN dan bersedia bayar tarif,” ujar Mahyunadi.

Ia menjelaskan, selama ini warga Pulau Miang memperoleh sambungan listrik secara gratis dengan sistem pembayaran flat untuk rumah-rumah yang berada di  twilayah itu.

Persoalannya, kapasitas daya yang tersedia masih terbatas. Kondisi itu membuat warga kesulitan menggunakan sejumlah peralatan rumah tangga yang membutuhkan daya lebih besar, seperti kulkas.

Mahyunadi menuturkan, penggunaan layanan komunal PLN nantinya memungkinkan masyarakat menambah daya sesuai kebutuhan. Namun, pelanggan harus mengikuti ketentuan tarif yang diberlakukan PLN.

“Kalau nanti menggunakan komunal PLN, masyarakat bisa menambah daya. Konsekuensinya tentu tarifnya mengikuti PLN karena operatornya PLN,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, pemerintah daerah masih mempertimbangkan beberapa alternatif.

Salah satu opsi yang dibahas adalah membangun jaringan dari Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, yang telah memiliki pasokan listrik.

“Untuk yang Tanjung Mangkalihat dan Sandaran ada beberapa opsi. Opsi yang akan diambil mungkin itu tarik kabel dari Teluk Sumbang, dari Berau. Walaupun jauh, tapi tarik kabel dari Teluk Sumbang. Nah, Teluk Sumbang sudah ada listriknya,” kata Mahyunadi.