BPBD Samarinda Cari Sumber Air Tambahan untuk Naikkan Debit Waduk Benanga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Waduk Benanga, Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, debit airnya menyusut sejak Agustus 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Waduk Benanga, Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, debit airnya menyusut sejak Agustus 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BPBD Samarinda Cari Sumber Air Tambahan untuk Naikkan Debit Waduk Benanga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Waduk Benanga, Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, debit airnya menyusut sejak Agustus 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Waduk Benanga, Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, debit airnya menyusut sejak Agustus 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BPBD Samarinda Cari Sumber Air Tambahan untuk Naikkan Debit Waduk Benanga

Waduk Benanga, Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, debit airnya menyusut sejak Agustus 2026. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama sejumlah instansi tengah mencari sumber air tambahan untuk meningkatkan debit Waduk Benanga, Lempake, Samarinda Utara.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku yang menjadi salah satu sumber air bersih Perumda Tirta Kencana.

Sebelumnya, pemerintah telah membuka aliran dari kawasan trek dayung menuju Waduk Benanga. Namun, setelah dilakukan pengukuran, tambahan debit air yang masuk hanya sekitar 30 sentimeter.

“Kita sekarang sedang membuat skenario untuk penambahan debit air di Benanga. Yang dari trek dayung kenaikannya cuma 30 sentimeter,” ujar Suwarso, Kamis (24/9/2026). 

Untuk mencari sumber tambahan, tim yang terdiri dari unsur kelurahan, kecamatan, Perumda Tirta Kencana, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas PUPR kembali melakukan survei di sejumlah lokasi.

Salah satu lokasi yang ditelusuri berada di kawasan eks void tambang di Tanah Merah. Suwarso mengatakan, berdasarkan penelusuran awal, terdapat saluran air yang sebelumnya pernah mengalir dari kawasan tersebut, tetapi saat ini telah tertutup.

“Kita akan rapatkan kembali supaya cepat bergerak untuk menambah debit air yang di Benanga,” jelasnya.
Di sisi lain, Suwarso menyebut ketersediaan air bersih dari Perumda Tirta Kencana masih berjalan. Distribusi air ke sejumlah titik hingga saat ini telah mencapai lebih dari 1 juta liter.

Untuk kebutuhan nonkonsumsi,  pemerintah juga memanfaatkan sumber air dari eks void tambang di sejumlah wilayah, di antaranya di wilayah Bukuan Kecamatan Palaran dan Bayur di Kecamatan Samarinda Utara yang digunakan untuk kebutuhan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).

Air dari lokasi tersebut telah diperiksa DLH dan dinyatakan layak digunakan untuk MCK, tetapi bukan untuk kebutuhan konsumsi.

Sementara untuk pengairan sawah, distribusi air juga telah dilakukan di sejumlah titik yang berdekatan dengan eks void tambang maupun sumber air di kawasan Karang Mumus, seperti di wilayah Betapus, Kecamatan Samarinda Utara dan Makroman, Kecamatan Sambutan. 

“Kita tambah satu unit pompa di Makroman supaya ada percepatan penanaman, sumber airnya juga dekat," bebernya.

Hingga kini, sebagian besar wilayah Samarinda belum diguyur hujan. Kondisi kekeringan masih terus membayangi Kota Tepian, ditambah dengan intrusi laut yang terus terjadi membuat produksi air bersih terganggu.  

"Kita berharap situasi cepat membaik dan semoga segera turun hujan," pungkasnya.