Banner ADV

Beragam Budaya Berkumpul, Tanjung Redeb Siap Jadi Panggung Kreativitas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ethno Carnival Berau. (Foto: Prokopim Berau)
Ethno Carnival Berau. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Beragam Budaya Berkumpul, Tanjung Redeb Siap Jadi Panggung Kreativitas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ethno Carnival Berau. (Foto: Prokopim Berau)
Ethno Carnival Berau. (Foto: Prokopim Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Beragam Budaya Berkumpul, Tanjung Redeb Siap Jadi Panggung Kreativitas

Ethno Carnival Berau. (Foto: Prokopim Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Jalanan Tanjung Redeb bakal berubah menjadi panggung kreativitas budaya. Sebanyak 42 kelompok akan tampil dalam Berau Ethno Carnival 2026 dengan membawa konsep dan identitas masing-masing,  Sabtu (26/9/2026), .

Peserta tidak hanya berasal dari kalangan pemerintahan. Sejumlah paguyuban turut ambil bagian, bahkan satu kelompok pelajar juga disiapkan untuk meramaikan parade yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menyebut keberagaman peserta menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan carnival tahun ini.

Menurutnya, masing-masing kelompok memiliki kesempatan menerjemahkan unsur budaya ke dalam bentuk penampilan yang kreatif. Hal tersebut membuat parade tidak hanya menjadi kegiatan seremonial peringatan hari jadi daerah.

“Setiap peserta punya ruang untuk mengembangkan konsepnya masing-masing. Kami ingin kreativitas dan unsur budaya itu terlihat dalam penampilan mereka,” kata Yudha.

Persiapan teknis juga telah dilakukan. Disbudpar sebelumnya mempertemukan seluruh peserta dalam technical meeting untuk menyamakan pemahaman terkait aturan dan mekanisme parade.

Namun, yang menjadi perhatian bukan hanya kemeriahan penampilan. Kondisi cuaca dan kabut asap juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Disbudpar menyebut pelaksanaan akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Panitia menargetkan seluruh rangkaian parade berlangsung pada pagi hingga menjelang siang.

Jika kondisi cuaca memungkinkan, maka 42 kelompok tersebut akan tampil bergantian membawa konsep masing-masing. Parade ini sekaligus menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana budaya dapat dikemas melalui kreativitas masyarakat dan berbagai kelompok di Berau.

Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan latar belakang yang beragam, Berau Ethno Carnival 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda yang menyatukan unsur budaya, kreativitas, dan perayaan hari jadi daerah dalam satu panggung. (Adv)