Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Sore hari di Jalan Pembangunan RT 10, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, tidak selalu diisi anak-anak dengan permainan. Di sebuah rumah milik Bripka Jamaluddin, suasana sore justru kerap berubah menjadi ruang belajar.
Di tempat itu, puluhan anak duduk bersama untuk belajar membaca Al-Qur’an dan mengenal pendidikan keagamaan.
Tidak ada bangunan sekolah khusus. Tidak pula fasilitas pendidikan yang lengkap. Proses belajar berlangsung di rumah kediaman seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Nunukan tersebut.
Namun dari tempat sederhana itu, sebuah kegiatan kecil perlahan tumbuh menjadi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang kini memiliki sekitar 30 murid.
Kegiatan itu bermula pada 2023. Saat itu, Bripka Jamaluddin dan istrinya, Farin Jamaluddin, melihat banyak anak-anak menghabiskan waktu bermain di sekitar rumah mereka pada sore hari. Dari situ muncul gagasan sederhana, mengajak anak-anak tersebut mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Jamaluddin kemudian berdiskusi dengan sang istri. Mereka sepakat membuka kegiatan belajar mengaji di rumah. Awalnya hanya empat anak yang datang.
Tidak ada target besar. Hanya keinginan agar anak-anak di sekitar tempat tinggalnya memiliki ruang untuk belajar agama.
Seiring waktu, jumlah anak yang datang semakin bertambah. Murid datang dan pergi setiap tahun, tetapi hingga kini sekitar 30 anak tercatat aktif mengikuti kegiatan TPA.
“Pendidikan agama sangat penting untuk membentuk karakter dan akhlak anak-anak. Keberadaan TPA diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Jamaluddin.
Dalam menjalankan kegiatan tersebut, Jamaluddin tidak bekerja sendiri. Istrinya turut mendampingi proses pembelajaran. Sejumlah personel Polsek Nunukan bersama istri juga ikut terlibat sebagai tenaga pengajar.
Aktivitas belajar disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak-anak. Materinya pun diberikan secara sederhana agar mudah dipahami, mulai dari membaca Al-Qur’an hingga pendidikan keagamaan.
Bagi Jamaluddin, rumah bukan hanya tempat tinggal. Rumah itu sekaligus menjadi tempat ia dan keluarganya berbagi ilmu kepada anak-anak di lingkungan sekitar.
Perlahan, kegiatan tersebut mendapat sambutan masyarakat. Kabar mengenai TPA yang dirintis seorang anggota kepolisian itu kemudian sampai kepada jajaran Polres Nunukan. Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni bersama jajaran Polsek Nunukan pun berkunjung untuk melihat langsung aktivitas pendidikan yang berlangsung di rumah Jamaluddin.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk perhatian terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Kapolres juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung aktivitas TPA.
Bantuan itu berupa Al-Qur’an, meja mengaji, karpet dan sejumlah perlengkapan penunjang lainnya.
Bantuan diserahkan langsung Kapolres Nunukan didampingi Kapolsek Nunukan Iptu D Barasa.
Menurut Idris, Kapolres Nunukan memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan TPA tersebut. Sebab, kegiatan yang dirintis dari rumah pribadi itu dinilai telah menjadi wadah bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan keagamaan.
“Kapolres Nunukan sangat respek terhadap TPA binaan Polsek Nunukan. Beliau berharap TPA menjadi wadah bagi generasi muda untuk menimba ilmu keagamaan,” kata Kasi Humas Ipda Idris.
Kisah Jamaluddin memperlihatkan sisi lain dari pengabdian seorang anggota kepolisian.
Tugas seorang polisi tidak selalu berhenti pada seragam, kantor atau kegiatan pelayanan dan keamanan. Di luar tugas kedinasan, kepedulian terhadap lingkungan juga dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana.
Bagi Jamaluddin dan istrinya, salah satunya adalah membuka pintu rumah bagi anak-anak untuk belajar mengaji.
Dari empat murid pada awal berdiri, kini puluhan anak datang secara rutin. Sebuah kegiatan yang awalnya lahir dari kegelisahan melihat anak-anak bermain di sore hari, perlahan berubah menjadi ruang pendidikan keagamaan bagi lingkungan sekitar.
Di rumah itu, pengabdian berjalan dalam bentuk yang sederhana: menemani anak-anak membaca Al-Qur’an, mengenalkan nilai-nilai agama dan membantu mereka tumbuh dengan bekal ilmu serta akhlak.


