Banner ADV

Pemasangan LPJU di Kukar Capai 40 Persen, Ribuan Titik Ditarget Rampung Oktober 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemasangan LPJU di Kukar Capai 40 Persen, Ribuan Titik Ditarget Rampung Oktober 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemasangan LPJU di Kukar Capai 40 Persen, Ribuan Titik Ditarget Rampung Oktober 2026

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Ahmad Junaidi (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin

TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah wilayah. Dari sekitar 4.000 titik yang menjadi sasaran, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi mengatakan pemasangan LPJU tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kawasan hulu, tengah hingga pesisir.

“Ini kurang lebih sekitar 4.000 titik, itu dari hulu, tengah maupun di wilayah pesisir, hampir tersebar di seluruh kecamatan,” kata Ahmad Junaidi. Sabtu (26/9/2026)

Menurutnya, pemasangan LPJU dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas-ruas jalan kabupaten yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup padat.

Sejumlah titik prioritas berada di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Muara Badak hingga Anggana. “Prioritas di semua kecamatan 'kan memang belum seluruhnya tertangani. Prioritas penanganannya kan di jalan-jalan kabupaten,” jelasnya.

Di Kecamatan Samboja, salah satu lokasi yang menjadi prioritas yakni jalan menuju Pantai Ambalat. Sementara di Muara Jawa, pemasangan diarahkan ke sejumlah ruas di Kelurahan Tama Pole dan Muara Kembang.

Kemudian di Muara Badak, salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kutai Lama. Sedangkan di Anggana, pemasangan juga menyasar ruas jalan kabupaten yang dinilai memiliki tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi.

“Di jalan kabupaten seperti di Kecamatan Samboja itu jalan menuju ke Pantai Ambalat. Kemudian seperti di Muara Jawa itu di Kelurahan Tama Pole, Muara Kembang, kemudian di Muara Badak itu di Kutai Lama, itu di Anggana, jalan-jalan kabupaten terutama yang cukup padat lintasnya itu yang kita prioritaskan,” ujarnya.

Terkait progres pemasangan, Ahmad menyebut pekerjaan fisik saat ini berada di kisaran 40-50 persen. Tahapan pekerjaan meliputi penggalian lubang, pembuatan fondasi, pemasangan tiang, penarikan kabel hingga pemasangan komponen pendukung lainnya.

“Ini progresnya mungkin sekarang ini sekitar mungkin 40-50 persen,” ungkapnya. Ia menjelaskan, sejumlah tahapan pekerjaan telah berjalan secara bersamaan. Penggalian dan pemasangan fondasi telah dilakukan di sejumlah lokasi, sementara penarikan kabel juga mulai dikerjakan.

“Jadi kalau pekerjaan itu kan yang pertama penggalian lubang, kemudian pasang fondasi, kemudian pasang tiang, tarik kabel, kemudian kilometer dan sebagainya. Nah ini proses penggalian kemudian pemasangan fondasi sudah berjalan, nunggu kering, nanti kalau sudah kering baru pasang tiang,” jelas Ahmad.

Dengan pekerjaan yang terus berjalan, Dishub Kukar menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai kontrak pada akhir Oktober 2026. Setelah seluruh tahapan rampung, LPJU di titik-titik yang dikerjakan ditargetkan sudah dapat berfungsi.

“Kalau kontrak kita akhir Oktober, akhir Oktober sudah bisa menyala insya Allah, mudah-mudahan tidak ada halangan,” pungkasnya.

Terkait nilai anggaran, Ahmad mengaku belum mengingat secara rinci keseluruhan pagu kegiatan tersebut. Ia menyebut besaran biaya setiap lokasi berbeda, tergantung panjang ruas dan kondisi lapangan.

“Kalau anggaran saya agak lupa ya detailnya lupa. Tapi kegiatan-kegiatan itu kan ada yang Rp200 juta per lokasi tergantung lokasinya. Ada yang pendek, ada yang panjang. Saya detail angka-angkanya agak gitu,” tutupnya. (Adv)