Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
MALINAU – Luasnya bentang alam Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konservasi, tetapi juga memiliki kemampuan pengamanan yang memadai.
Untuk itu, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) menggandeng Kodim 0910/Malinau dalam kegiatan peningkatan kapasitas personel pengamanan kawasan.
Pelatihan dilaksanakan melalui pembekalan materi di kelas dan praktik lapangan, termasuk latihan di lapangan tembak Kodim 0910/Malinau.
Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito mengatakan penguatan kemampuan personel menjadi kebutuhan penting mengingat karakteristik kawasan TNKM yang luas dan memiliki tingkat tantangan berbeda di setiap wilayah.
Menurutnya, petugas pengamanan kawasan harus dibekali kemampuan teknis yang memadai agar dapat menjalankan tugas secara profesional, disiplin dan sesuai prosedur.
“Peningkatan kapasitas ini penting agar personel memiliki kesiapan dan kemampuan yang memadai dalam mendukung tugas pengamanan kawasan. Salah satu materi yang diberikan adalah penggunaan senjata api sebagai sarana pendukung tugas, termasuk pemeliharaan dan pemahaman terhadap prosedur yang berlaku,” kata Seno.
Ia menegaskan, penggunaan senjata api dalam tugas pengamanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menuntut kedisiplinan dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Petugas harus memahami cara penggunaan dan pemeliharaan senjata api dengan baik. Dalam pelaksanaannya, seluruh tahapan harus mengacu pada SOP dan mengutamakan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.
Seno mengatakan kerja sama dengan Kodim 0910/Malinau menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi.
Menurut dia, kemampuan personel perlu terus diasah melalui latihan yang berkelanjutan agar kesiapsiagaan petugas tetap terjaga.
Pendampingan pelatihan diberikan langsung oleh personel Kodim 0910/Malinau, mulai dari pembekalan materi dasar hingga praktik di lapangan tembak.
Selain meningkatkan keterampilan individu, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat koordinasi dan kekompakan antarpetugas di lingkungan Balai TNKM.
Sebagai bentuk evaluasi, panitia memberikan penghargaan kepada peserta dengan hasil terbaik selama pelatihan. Rolly Janter dari Balai TNKM meraih peringkat pertama, disusul Jatanai dari SPTN Wilayah II di posisi kedua, serta Septian Adi Nugroho dari Balai TNKM sebagai peringkat ketiga.
Bagi Balai TNKM, peningkatan kapasitas personel merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga kawasan konservasi.
Dengan dukungan berbagai pihak, pengamanan TNKM diharapkan dapat dilakukan secara profesional sehingga perlindungan terhadap ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.
Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang sendiri merupakan salah satu bentang konservasi terluas di Indonesia yang memiliki nilai penting bagi keberlanjutan lingkungan, habitat satwa liar, serta kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.


