Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerapkan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di musim tanam Oktober 2026-Maret 2027 (Okmar).
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penerapan metode tanam PM-AAS secara nasional seluas satu juta hektare hingga akhir 2026.
Sedangkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditargetkan penerapan PM-AAS seluas 7.125 Hektare (Ha). Dari 7.125 Ha target Provinsi Kaltim, untuk Kabupaten PPU ditargetkan 3.546 Ha.
“Metode tanam PM-AAS akan mulai diterapkan di musim tanam Okmar,” kata Gunawan, Sabtu (26/9/2026).
Gunawan menerangkan, metode PM-AAS merupakan inovasi pertanian yang dikembangkan Kementan untuk meningkatkan hasil panen padi.
Metode PM-AAS merupakan gabungan sistem tanam tabur langsung (tabela) dengan jajar legowo. “Metode PM-AAS ini jarak tanaman padi lebih rapat. Sedangkan jarak antar baris tanaman sekitar 20 sentimeter,” ujarnya.
Ia menyatakan penerapan metode PM-AAS dengan jarak tanaman yang lebih rapat membutuhkan benih yang lebih banyak dibandingkan sistem tanam tabela dan jajar legowo.
“Benih yang dibutuhkan lebih banyak sehingga potensi peningkatan hasil panen lebih tinggi. Penerapan PM-AAS ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen minimal 5 ton per hektare. Karena, selama ini hasil panen padi di PPU rata-rata hanya 3 sampai 4 ton per hektare,” pungkasnya.


