Banner ADV

Pelaku Seni Teater  Punya Mimpi Besar, Disbudpar Berau Dorong Wujudkan Gedung Pertunjukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pelaku Seni Teater  Punya Mimpi Besar, Disbudpar Berau Dorong Wujudkan Gedung Pertunjukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pelaku Seni Teater  Punya Mimpi Besar, Disbudpar Berau Dorong Wujudkan Gedung Pertunjukan

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Keinginan para pelaku seni teater di Kabupaten Berau untuk memiliki gedung pertunjukan sendiri mulai mendapat perhatian serius. 

Gedung dengan kapasitas sekitar 1.000 penonton diharapkan dapat menjadi ruang bagi para seniman untuk berkarya sekaligus mengembangkan ekosistem seni pertunjukan di Bumi Batiwakkal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menyebut keinginan tersebut merupakan cita-cita yang layak diperjuangkan bersama. Menurutnya, keberadaan gedung teater tidak hanya menjadi tempat pementasan, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda di bidang seni dan budaya.

“Ini bukan hanya keinginan anak teater, tapi menjadi mimpi kita bersama,” ujarnya.

Yudha menyadari, mewujudkan fasilitas pertunjukan dengan kapasitas besar bukan perkara sederhana. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku seni, komunitas, hingga masyarakat.

“Saya tidak bisa bergerak sendiri. Saya meminta dukungan teman-teman semua,” katanya.

Menurutnya, jika dikerjakan secara bersama-sama, gagasan tersebut memiliki peluang untuk diwujudkan secara bertahap. Terlebih, Berau memiliki banyak potensi seni dan budaya yang membutuhkan ruang untuk ditampilkan secara lebih layak.

Gedung pertunjukan nantinya diharapkan tidak hanya digunakan untuk teater. Berbagai kegiatan seperti pertunjukan tari, musik, festival budaya, pementasan pelajar, hingga kegiatan kreatif lainnya dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Yudha menilai, pembangunan ruang seni juga merupakan bagian dari investasi kebudayaan. Kehadiran fasilitas yang memadai dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengembangkan seni daerah.

“Kalau kita ingin seni dan budaya terus hidup, harus ada ruang untuk mereka berkarya,” tuturnya.

Karena itu, Disbudpar Berau membuka ruang kolaborasi untuk mendorong agar impian tersebut tidak berhenti sebagai wacana. Menurut Yudha, langkah awal dapat dimulai dengan menyatukan gagasan, kebutuhan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Ia berharap semangat para pelaku teater dan komunitas seni di Berau terus terjaga. Sebab, menurutnya, sebuah gedung pertunjukan bukan sekadar bangunan, melainkan rumah bagi kreativitas dan ruang tumbuh bagi generasi penerus seni budaya Berau. (Adv)