Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Akses sanitasi layak di Kota Samarinda telah mencapai 78 persen. Namun, capaian tersebut masih menyisakan kesenjangan cukup besar jika dilihat dari sisi akses aman, khususnya dalam pengelolaan air limbah domestik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tahun 2025 mencatat akses aman air limbah domestik baru mencapai sekitar 13,52 persen. Sementara itu, akses layak yang mencakup akses aman telah berada di angka 78 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang harus dituntaskan Pemkot Samarinda hingga tahun 2030. Untuk itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, kini pemerintah tengah menyusun arsitektur implementasi Strategi Sanitasi Kota (SSK) 2026–2030 untuk menutup kesenjangan layanan tersebut.Menurutnya, persoalan sanitasi tidak hanya berhenti pada tersedianya fasilitas.
“Kita harus menarget untuk menyelesaikan sampai 2030,” ucap Andi Harun.
Ia menegaskan bahwa sistem pengelolaan limbah rumah tangga dan tinja juga harus dipastikan berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Karena itu, strategi sanitasi yang disusun mencakup sejumlah persoalan, mulai dari pengelolaan sampah, air limbah domestik hingga lumpur tinja.
Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2026 yang akan diperkuat melalui sejumlah peraturan wali kota. Salah satunya berkaitan dengan layanan lumpur tinja terjadwal, termasuk mekanisme insentif dan disinsentif.
Di sisi lain, pengelolaan sampah juga masih menjadi tantangan. Meski berbagai sarana pengelolaan telah tersedia, pemerintah masih perlu meningkatkan cakupan pelayanan kepada rumah tangga sekaligus pengolahan sampah.
Andi Harun menilai, upaya menutup kesenjangan sanitasi tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat, dunia usaha dan sektor swasta juga perlu terlibat dalam memastikan sistem sanitasi berjalan.
Ia berharap dengan kolaborasi tersebut dapat mempercepat pencapaian target sanitasi pada 2030. “Ini tidak hanya sekadar dari pemerintah, tapi butuh peran serta dari masyarakat,” pungkasnya.


