Banner ADV

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Warga Kampung Dumaring Bangun Budaya Merawat Destinasi Wisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aksi bersih bersih di Kampung Dumaring. (Foto: Disbudpar Berau)
Aksi bersih bersih di Kampung Dumaring. (Foto: Disbudpar Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Warga Kampung Dumaring Bangun Budaya Merawat Destinasi Wisata

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aksi bersih bersih di Kampung Dumaring. (Foto: Disbudpar Berau)
Aksi bersih bersih di Kampung Dumaring. (Foto: Disbudpar Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Warga Kampung Dumaring Bangun Budaya Merawat Destinasi Wisata 

Aksi bersih bersih di Kampung Dumaring. (Foto: Disbudpar Berau)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Keindahan alam tidak akan cukup untuk membuat sebuah destinasi bertahan. Kesadaran masyarakat dalam merawat lingkungan justru menjadi salah satu modal penting agar wisata di daerah terus berkembang.

Pesan itu terlihat dari aktivitas warga Kampung Wisata Dumaring, Jumat (25/9/2026). Menjelang peringatan Hari Pariwisata Sedunia pada 27 September, masyarakat bersama pengelola destinasi turun langsung membersihkan kawasan wisata.

Bukan hanya sampah yang menjadi sasaran. Kegiatan tersebut menjadi upaya menumbuhkan kebiasaan bahwa menjaga destinasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pengelola wisata.

Pemerintah Kampung Dumaring, masyarakat, pengelola destinasi, serta mitra Program Kolaborasi Dumaring terlibat dalam gerakan tersebut. Sampah organik dan anorganik yang ditemukan di kawasan wisata dikumpulkan untuk menjaga lingkungan tetap nyaman bagi pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menilai keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam pengembangan destinasi berbasis kampung.

Menurutnya, pariwisata tidak akan tumbuh hanya karena pemerintah membangun fasilitas. Peran warga sebagai pemilik sekaligus penjaga kawasan wisata sangat menentukan keberlanjutan sebuah destinasi.

“Destinasi itu milik kita bersama. Kalau ingin wisatawan nyaman, lingkungannya harus kita jaga bersama,” ujar Yudha.

Ia mengapresiasi gerakan yang dilakukan masyarakat Dumaring. Menurut Yudha, kegiatan semacam itu menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat kebersihan bukan sekadar urusan lingkungan, tetapi bagian dari pengalaman wisatawan.

Terlebih, kesan pertama pengunjung tidak hanya ditentukan oleh panorama yang ditawarkan. Kebersihan, kenyamanan, keramahan warga, hingga kondisi lingkungan turut membentuk citra sebuah destinasi.

Yudha berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan menjelang Hari Pariwisata. Kebiasaan menjaga kebersihan, kata dia, perlu menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat dan pengelola.

“Jangan hanya bersih ketika ada kegiatan. Kita ingin ini menjadi budaya,” katanya.

Gerakan bersih destinasi yang dilakukan di Dumaring juga menjadi bagian dari aksi serentak di sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Momentum tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa kemajuan pariwisata harus berjalan bersama dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi Dumaring, menjaga kebersihan kawasan wisata bukan sekadar membuat tempat terlihat lebih rapi. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi cara masyarakat menunjukkan bahwa mereka siap menjadi bagian dari perkembangan pariwisata daerah sekaligus menjaga potensi kampung untuk generasi berikutnya. (Adv)