Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Eks Lokalisasi Harapan Sadar, Sempat Masuk ke Kamar di Blok F

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Korban saat dievakuasi oleh Tim Polres Nunukan di eks lokalisasi Nunukan (Foto: Polres Nunukan)
Korban saat dievakuasi oleh Tim Polres Nunukan di eks lokalisasi Nunukan (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Eks Lokalisasi Harapan Sadar, Sempat Masuk ke Kamar di Blok F

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Korban saat dievakuasi oleh Tim Polres Nunukan di eks lokalisasi Nunukan (Foto: Polres Nunukan)
Korban saat dievakuasi oleh Tim Polres Nunukan di eks lokalisasi Nunukan (Foto: Polres Nunukan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Eks Lokalisasi Harapan Sadar, Sempat Masuk ke Kamar di Blok F

Korban saat dievakuasi oleh Tim Polres Nunukan di eks lokalisasi Nunukan (Foto: Polres Nunukan)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN — Seorang pria berisia 49, warga Kabupaten Nunukan, ditemukan meninggal dunia di sudut luar Blok A kawasan eks Lokalisasi Harapan Sadar, Jalan Persemaian. 

Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni melalui Kasi Humas Ipda Idris mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 21.20 WITA setelah sebelumnya diketahui masuk ke kawasan yang kini berganti nama menjadi Borneo Karaoke.

Berdasarkan keterangan saksi, korban datang seorang diri sekitar pukul 20.30 WITA. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat masuk ke salah satu kamar di Blok F dengan maksud melakukan hubungan badan.

Namun, kondisi korban saat itu terlihat tidak sehat. Korban disebut dalam keadaan pucat dan mengalami sesak napas. Melihat kondisi tersebut, saksi meminta korban keluar dari kamar karena khawatir dengan keadaannya.

"Korban kemudian berjalan meninggalkan kamar menuju arah belakang Blok F," ujar Idris. 

Korban selanjutnya terlihat berjalan melewati bagian belakang sejumlah blok di kawasan tersebut hingga mengarah ke Blok A. Seorang saksi sempat melihat korban melintas sebelum akhirnya korban ditemukan tergeletak di sudut luar Blok A.

Sekitar 15 menit kemudian, saksi kembali ke bagian belakang Blok A dan mendapati korban sudah dalam posisi terbaring. Kondisi korban saat itu sudah tidak bergerak dan dari mulutnya mengeluarkan busa.

Informasi mengenai temuan tersebut kemudian disampaikan kepada petugas keamanan sekitar pukul 21.20 WITA. Petugas selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Nunukan.

Polisi yang tiba di lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal dan memastikan korban telah meninggal dunia. Kapolsek Nunukan selanjutnya menghubungi Tim Inafis Polres Nunukan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun kekerasan fisik pada tubuh korban.

Jenazah kemudian menjalani pemeriksaan luar oleh dokter RSUD Nunukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi juga memperoleh informasi dari pihak keluarga bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Korban disebut beberapa kali menjalani pengobatan di RSUD Nunukan akibat penyakit tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarga juga menyampaikan korban memiliki riwayat penyakit jantung," ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban menyatakan tidak menghendaki dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi terhadap jenazah.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Di antaranya uang tunai sebesar Rp950 ribu yang ditemukan di kantong celana korban serta beberapa jenis obat yang ditemukan dari rumah korban dan diduga merupakan obat penahan nyeri atau pereda rasa sakit.

Barang-barang tersebut kemudian diserahkan kepada personel Reskrim Polsek Nunukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang diperoleh kepolisian, tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Kondisi kesehatan korban sebelum ditemukan meninggal dunia serta riwayat penyakit jantung menjadi bagian dari informasi yang turut didalami dalam penanganan kasus tersebut.