Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Tingkat kunjungan ibu dan balita ke Posyandu Gelatik Permai, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, terbilang tinggi. Dari sekitar 30 balita yang menjadi sasaran, rata-rata kehadiran dalam kegiatan posyandu mencapai sekitar 80 persen.
Ketua Posyandu Gelatik Permai, Merlin, mengatakan tingginya kunjungan menunjukkan antusiasme orang tua dalam membawa anak ke posyandu untuk mendapatkan layanan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang.
“Kalau persentasenya sekitar 80 persen. Hampir semua datang,” kata Merlin.
Posyandu Gelatik Permai merupakan salah satu dari tiga posyandu di Kelurahan Temindung Permai yang ditetapkan sebagai lokasi khusus. Status tersebut membuat posyandu mendapat perhatian dan pemantauan lebih dari puskesmas maupun Dinas Kesehatan.
Pada kegiatan 26 September lalu, tercatat sekitar 25 balita hadir bersama pendampingnya. Selain pengukuran rutin, layanan di posyandu kini juga mulai dilengkapi dengan pemeriksaan gigi dan pijat bayi.
“Biasanya cuma pengukuran biasa. Untuk pijat dan pemeriksaan gigi ini baru,” ujarnya.
Salah satu kegiatan yang diperkenalkan yakni GARASI ANAK atau Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menyikat gigi dengan benar bersama orang tua.
Menurut Merlin, edukasi juga diberikan kepada orang tua karena kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak perlu dibangun sejak dini.
“Anak-anak sekarang memang kebanyakan susah untuk menyikat gigi. Jadi langsung ke orang tuanya juga,” katanya.
Selain pemeriksaan gigi, layanan pijat juga diberikan khusus bagi bayi. Pelaksanaannya dilakukan oleh bidan dan menjadi layanan tambahan bagi posyandu yang ditetapkan sebagai lokus.
Orang tua terlebih dahulu ditanya mengenai kebutuhan dan kesediaan mengikuti layanan tersebut. Artinya, pijat bayi tidak menjadi layanan wajib bagi setiap anak yang datang.
Kegiatan Posyandu Gelatik Permai sendiri dilaksanakan satu kali dalam sebulan, biasanya dilaksanakan setiap tanggal 20. Namun, jadwal dapat dimajukan atau diundur apabila bertepatan dengan hari libur.
Merlin berharap tingginya kunjungan dan perhatian dari puskesmas serta Dinas Kesehatan dapat terus dipertahankan. Ia juga berharap Posyandu Gelatik Permai ke depan memiliki tempat yang lebih layak.
Saat ini, bangunan posyandu berada di atas parit sehingga ruang geraknya terbatas dan sulit diperluas. Kondisi tersebut juga membuat perbaikan bangunan tidak dapat dilakukan secara leluasa.
“Kita cuma berharap ada tempat baru yang lebih nyaman, karena di sini sempit juga,” ujarnya.


