Bulog Siapkan Beras 15 Ribu Ton sebagai Penyangga Pangan Kaltim dan Kaltara hingga Akhir 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Hingga akhir tahun, persediaan beras yang dikelola Bulog Kaltim dan Kaltara berada di kisaran 15.000 ton. (Foto: Bulog Kaltim dan Kaltara).
Hingga akhir tahun, persediaan beras yang dikelola Bulog Kaltim dan Kaltara berada di kisaran 15.000 ton. (Foto: Bulog Kaltim dan Kaltara).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bulog Siapkan Beras 15 Ribu Ton sebagai Penyangga Pangan Kaltim dan Kaltara hingga Akhir 2026

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Hingga akhir tahun, persediaan beras yang dikelola Bulog Kaltim dan Kaltara berada di kisaran 15.000 ton. (Foto: Bulog Kaltim dan Kaltara).
Hingga akhir tahun, persediaan beras yang dikelola Bulog Kaltim dan Kaltara berada di kisaran 15.000 ton. (Foto: Bulog Kaltim dan Kaltara).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bulog Siapkan Beras 15 Ribu Ton sebagai Penyangga Pangan Kaltim dan Kaltara hingga Akhir 2026

Hingga akhir tahun, persediaan beras yang dikelola Bulog Kaltim dan Kaltara berada di kisaran 15.000 ton. (Foto: Bulog Kaltim dan Kaltara).

Reporter : Herdiansyah l Editor : Bambang Irawan 

SAMARINDA - Perum Bulog Kantor Wilayah Kaltim dan Kaltara menyiapkan stok beras sebagai penyangga kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir 2026.

Hingga September 2026, persediaan beras yang dikelola Bulog Kaltim dan Kaltara berada di kisaran 15.000 ton. Stok tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan bantuan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan beras dan mengendalikan harga di daerah.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara, Musazdin Said, mengatakan ketersediaan stok menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya ketika pemerintah menjalankan berbagai program intervensi pangan.

“Kalau untuk ketahanan pangan sekarang kurang lebih sekitar 15.000 ton. Ini kita pakai untuk bantuan pangan,” kata Musazdin.

Ia menjelaskan, bantuan pangan yang saat ini berjalan telah disalurkan untuk periode Juli hingga September 2026. Penyaluran tersebut dijadwalkan terus berlanjut hingga Desember sesuai penugasan dari pemerintah.

Selain itu, Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga beras tetap terkendali. 

"Untuk menjaga inflasi di daerah kami rutin melakukan gerakan pangan murah dan kegiatan sosial lainnya agar masyarakat dapat menjangkau stok yang telah disediakan,"jelasnya. 

Musazdin memastikan dengan dukungan stok yang tersedia serta berbagai program stabilisasi tersebut, kondisi ketahanan pangan yang berada dalam penanganan Bulog masih dapat dijaga hingga akhir Desember 2026.

"Langkah seperti ini diharapkan mampu menjaga kebutuhan beras masyarakat di tengah pengendalian harga pangan di Kaltim dan Kaltara, " tutupnya.