Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang mengguyur Kota Samarinda, Senin (28/9/2026) siang.
Hujan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan dengan ketinggian mencapai 10 hingga 40 Centimeter.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda pukul 15.25 WITA, terdapat 13 lokasi yang terpantau mengalami genangan.
Di antaranya Jalan A Yani, Jalan Gerilya, Jalan Mugirejo, Jalan Merdeka, Jalan Remaja, Jalan Damanhuri, Simpang Air Hitam dekat Fly Over arah Juanda, Simpang Air Hitam Jalan Kadrie Oening, Jalan Pramuka, Jalan Pasundan, Jalan Pemuda, Jalan M Yamin dan Jalan Jenderal Sudirman.
Genangan tersebut tercatat memiliki tinggi muka air sekitar 10 hingga 40 Centimeter.
Meski demikian, dalam laporan sementara BPBD tidak terdapat fasilitas umum yang terdampak maupun laporan pohon tumbang dan tanah longsor.
Hujan mulai terjadi sekitar pukul 13.12 WITA hingga sore hari. Hujan deras ini menjadi salah satu yang cukup signifikan setelah Samarinda sebelumnya mengalami kemarau dalam beberapa bulan terakhir.
Salah seorang warga Jalan Merdeka, Nur mengaku bersyukur hujan akhirnya kembali turun setelah Samarinda cukup lama mengalami kondisi kering.
Namun, ia mengaku cukup terkejut karena hujan kali ini langsung menimbulkan genangan di sejumlah ruas jalan.
“Memang sempat hujan beberapa kali, tapi tidak deras. Ini sekali hujan deras langsung banjir,” kata Nur.
Nur mengatakan dirinya sempat melintasi sejumlah kawasan dan mendapati beberapa ruas jalan turut tergenang, salah satunya Jalan Panjaitan. Menurutnya, genangan di kawasan tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas.
“Mungkin tingginya sekitar betis orang dewasa,” ujarnya.
Meski menimbulkan genangan, Nur berharap hujan dapat terus turun dengan kondisi cuaca yang berangsur normal setelah kemarau panjang.
Ia berharap kembalinya hujan juga dapat membantu mengurangi persoalan kebakaran lahan dan kondisi kualitas udara yang sebelumnya sempat mengkhawatirkan di Samarinda.


