DPRD Balikpapan Soroti Parkir Liar, Ada Potensi PAD yang Belum Maksimal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Balikpapan Soroti Parkir Liar, Ada Potensi PAD yang Belum Maksimal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Balikpapan Soroti Parkir Liar, Ada Potensi PAD yang Belum Maksimal

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Persoalan parkir liar di sejumlah kawasan ramai Kota Balikpapan menjadi perhatian DPRD Balikpapan.

Salah satunya di Jalan MT Haryono yang dinilai kerap mengganggu akses pengguna jalan, terutama pada jam pulang kerja.

Apalagi, kawasan itu disebut-sebut warga memiliki vibes estetik yang mirip dengan Malioboro.

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Muhammad Raja Siraj mengatakan persoalan parkir liar tidak hanya terjadi di Jalan MT Haryono, tetapi juga ditemukan di sejumlah titik lain, seperti kawasan Stadion Batakan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki justru dimanfaatkan sebagai lokasi parkir.

"Parkir liar yang ada di Kota Balikpapan sebenarnya bukan hanya di MT Haryono. Tetapi memang hari ini lebih fokusnya di MT Haryono," kata Raja, Senin (28/9/2026).

Ia menyebut Jalan MT Haryono saat ini menjadi salah satu kawasan yang banyak didatangi masyarakat karena kondisi infrastrukturnya yang dinilai sudah memadai.

Namun, kata Raja, tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut juga perlu diikuti dengan pengelolaan parkir yang lebih tertata.

"Seyogyanya trotoar ini diperuntukkan untuk para pejalan kaki. Tetapi diperuntukkan juga oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjadi parkir," ujarnya.

Ia mengatakan persoalan parkir liar tersebut sebelumnya telah dibahas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan sebagai mitra kerja Komisi III DPRD.

Pihaknya akan kembali meminta penjelasan Dishub terkait pengelolaan parkir, termasuk nominal penerimaan yang masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami akan RDP-kan kembali terkait nominal dan juga sudah keseriusannya daripada pemerintah kota, dalam hal ini Dishub. Nanti kita tanyakan lagi kepada Dishub," jelasnya.

Selain persoalan ketertiban, Raja menilai sektor parkir juga memiliki potensi untuk meningkatkan PAD Kota Balikpapan apabila dikelola secara baik.

"Pusat-pusat yang ramai di Kota Balikpapan ini kan sudah mulai banyak. Salah satunya MT Haryono, Stadion Batakan, yang mana harus kita kelola parkirnya," katanya.

Menurut dia, pengelolaan parkir perlu dilakukan secara lebih serius agar potensi penerimaan daerah dapat dimaksimalkan.

"Ini juga sebenarnya salah satu ladang untuk menaikkan PAD yang ada di Kota Balikpapan melalui parkiran ini," ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kebocoran penerimaan dari sektor parkir, Raja mengatakan hal tersebut perlu dibahas lebih lanjut bersama Dishub.

"Kalau kebocoran sih pasti namanya sistem. Sistem ini kan kita enggak bisa pungkiri bahwa masih ada tidak kesempurnaannya," katanya.

Ia menambahkan, DPRD mendorong Dishub meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan parkir. 

Menurutnya, pengawasan juga dapat melibatkan aparat terkait, termasuk Satpol PP.

"Makanya kita harus bekerja sama dengan aparat yang ada, mungkin dalam hal ini juga Satpol PP kita libatkan juga," pungkasnya.