Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Pohon dengan bunga berwarna-warni mulai bermekaran di sejumlah titik ruas jalan Kota Balikpapan.
Fenomena tersebut menarik perhatian warga. Sejumlah warga mengabadikan momen dengan merekam, memotret, hingga berswafoto di bawah pohon berbunga yang memberikan nuansa estetik seperti suasana di Jepang.
Mekarnya bunga Tabebuya ini menjadi pemandangan menarik di tengah kondisi kemarau yang terjadi di Balikpapan.
Apalagi, masyarakat sebelumnya menghadapi sejumlah persoalan seperti kabut asap dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pemadaman listrik bergilir, hingga pelayanan air bersih yang bergilir.
Pohon berbunga tersebut merupakan tanaman Tabebuya. Bentuk bunganya menyerupai terompet dengan warna cerah, seperti kuning, merah muda, putih hingga ungu. Karena bentuk dan warnanya, Tabebuya kerap disangka sebagai bunga Sakura.
Salah satu lokasi yang terpantau bermekaran berada di Jalan Mayjend Sutoyo, kawasan Gunung Malang, Selasa (29/9/2026).
Bunga Tabebuya terlihat memberikan warna tersendiri ketika matahari pagi mulai terbit dari arah timur.
Beberapa hari terakhir ini, sejumlah warga bahkan terlihat berhenti untuk mengabadikan momen tersebut. Setelah diabadikan, warga mengarsipkannya di ruang digital ditambah dengan musik ala-ala Jepang atau Korea.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, tanaman Tabebuya mulai ditanam pihaknya sekitar empat tahun lalu.
Menurutnya, Tabebuya tidak hanya berfungsi sebagai tanaman penghijauan, tetapi juga sebagai tanaman peneduh yang memiliki bunga.
"Sudah sekitar empat tahun yang lalu kita mulai menanam Tabebuya. Bukan hanya sebagai pemandangan penghijauan, tetapi memang tanaman peneduh kita yang bisa berbunga," ucap Dirman sapaannya.
Ia mengatakan, penanaman Tabebuya akan terus dilakukan di sejumlah titik baru.
Beberapa di antaranya berada di kawasan Jalan Baru dan Jalan Ruhui Rahayu, serta sejumlah ruang yang dinilai memungkinkan untuk ditanami.
Selain penanaman baru, Tabebuya juga digunakan untuk menggantikan sejumlah pohon yang sudah tua atau mati.
"Ada titik-titik barunya. Nanti rencana kita di daerah Jalan Baru, Ruhui Rahayu, atau space-space yang memungkinkan untuk kita tanam," katanya.
Saat ini, Tabebuya telah tersebar di sejumlah kawasan, di antaranya Gunung Malang, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Kilometer (Km) 13, serta beberapa lokasi di Jalan Jenderal Sudirman.
Dirman menjelaskan, Tabebuya dapat berbunga setiap tahun. Namun, waktu mekarnya biasanya dipengaruhi kondisi musim.
"Sebenarnya tiap tahun bisa berbunga. Cuma berbunganya pada saat musim panas biasanya," jelasnya.
Mekarnya Tabebuya juga dirasakan oleh Rusdin, petugas kebersihan jalan atau yang akrab disebut pasukan oranye di kawasan Gunung Malang.
Rusdin mengatakan, bunga Tabebuya mulai bermekaran sejak Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, kondisi tahun ini berbeda karena bunga yang muncul terlihat lebih lebat dan hampir memenuhi pohon.
"Ini sudah mau tiga tahun saya nyapu di sini, baru saat ini. Biasanya berkembang, tapi enggak banyak. Kalau ini hampir semuanya berkembang," ucapnya.
Ramainya bunga Tabebuya juga membuat warga berdatangan untuk berfoto.
Bahkan, Rusdin menyebut ada warga yang membawa properti tambahan untuk mendapatkan foto yang menarik.
"Sampai ada ibu-ibu foto pakai payung di bawah pohon," ujarnya.
Menurut Rusdin, bunga Tabebuya biasanya hanya bertahan sekitar satu minggu. Bunga akan lebih cepat berguguran ketika turun hujan.
Ia menjelaskan, sebelum berbunga, daun Tabebuya terlebih dahulu berguguran hingga pohon terlihat hampir tanpa daun. Setelah itu, bunga mulai bermunculan secara bersamaan.
"Daunnya rontok habis semua, muncul bunga-bunganya," katanya.
Meski bunga yang berguguran membuat pekerjaan menyapu menjadi lebih banyak, Rusdin mengaku tidak keberatan.
Ia justru merasa senang melihat warga datang dan mengabadikan momen tersebut.
"Senang saja lihat orang foto-foto. Malah tambah semangat," ucapnya.
Selain di Gunung Malang, Rusdin menyebut Tabebuya juga terdapat di sejumlah kawasan lain di Balikpapan. Namun, tidak semua lokasi mengalami mekarnya bunga secara bersamaan.
Selain itu, ia juga menyebut pohon ini ditanam bersamaan dengan pekerjaan drainase yang diperbarui secara estetik sekitar empat tahun yang lalu.
Saat ini, kata dia, Tabebuya yang masih banyak bunganya berada di depan SPBU Gunung Malang.
"Yang paling ramai bunganya itu di pom bensin. Tadinya foto di situ malah penuh," katanya.
Rusdin mengatakan, kondisi mekarnya Tabebuya tahun ini terlihat berbeda karena bunga bermunculan hampir bersamaan.
Ia menduga kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat bunga lebih banyak bermekaran.
Meski demikian, ia menyebut fenomena tersebut memang bersifat musiman dan terjadi setiap tahun, hanya saja jumlah bunga yang bermekaran tidak selalu sebanyak tahun ini.


