Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Lomba perahu panjang tak lagi dipandang sebatas ajang adu kecepatan di atas air. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau melihat tradisi tersebut memiliki potensi dikembangkan menjadi atraksi wisata yang mampu menarik kunjungan sekaligus menggerakkan pelaku usaha lokal.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan olahraga tradisional berbasis sungai dan budaya lokal itu dapat dikemas lebih menarik agar memiliki daya tarik bagi wisatawan.
Menurutnya, ketika sebuah perlombaan mampu mendatangkan penonton dari luar daerah, dampaknya tidak berhenti pada arena pertandingan. Pergerakan wisatawan juga berpeluang meningkatkan transaksi di sektor kuliner, kerajinan, transportasi hingga usaha kecil masyarakat.
“Perahu panjang ini jangan hanya dilihat sebagai lomba. Ada potensi wisata yang bisa kita kembangkan di dalamnya,” ujar Yudha.
Ia menyebut, kekuatan utama perahu panjang berada pada unsur budaya, olahraga dan hiburan yang dapat dipadukan dalam satu agenda. Konsep tersebut dapat menjadi bagian dari kalender event pariwisata Berau apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Disbudpar juga melihat keberadaan UMKM sebagai bagian penting dalam setiap penyelenggaraan kegiatan wisata. Area perlombaan dapat diisi dengan stan makanan khas, produk kerajinan maupun berbagai produk kreatif masyarakat.
Dengan demikian, wisatawan yang datang tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal produk lokal dan membelanjakan uangnya di sekitar lokasi kegiatan.
“Kalau wisatawan datang, tentu kita ingin ada dampak ekonominya. UMKM harus ikut bergerak,” jelasnya.
Yudha menilai pengembangan lomba perahu panjang membutuhkan konsep yang lebih terencana, mulai dari kemasan acara, promosi, lokasi hingga keterlibatan masyarakat. Semakin menarik sebuah event dikemas, semakin besar peluangnya menjadi alasan wisatawan datang ke Berau.
Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pengunjung.
“Budayanya tetap kita jaga, tetapi kemasannya harus mengikuti kebutuhan pariwisata,” katanya.
Disbudpar Berau berharap pengembangan event berbasis budaya seperti lomba perahu panjang dapat menciptakan lebih banyak titik kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, keberhasilan sebuah event pariwisata bukan hanya diukur dari ramainya penonton, tetapi juga dari seberapa besar aktivitas tersebut memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut mendapatkan manfaat ekonomi. (Adv)



