Pemberdayaan Petani Lada, Disbun Kaltim Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani yang dilaksanakan Disbun Kaltim. (Foto: Kabid Pengembangan Komoditi).
Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani yang dilaksanakan Disbun Kaltim. (Foto: Kabid Pengembangan Komoditi).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemberdayaan Petani Lada, Disbun Kaltim Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani yang dilaksanakan Disbun Kaltim. (Foto: Kabid Pengembangan Komoditi).
Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani yang dilaksanakan Disbun Kaltim. (Foto: Kabid Pengembangan Komoditi).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemberdayaan Petani Lada, Disbun Kaltim Dorong Kemandirian dan Kesejahteraan

Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani yang dilaksanakan Disbun Kaltim. (Foto: Kabid Pengembangan Komoditi).

Reporter : Herdiansyah l Editor : Bambang Irawan 

SAMARINDA – Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim terus mendorong pemberdayaan petani melalui Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani, khususnya bagi pelaku usaha komoditas lada.

Kabid Pengembangan Komoditi Disbun Kaltim, Eka Rini Elvianti, mengatakan keberhasilan pengembangan lada tidak hanya bergantung pada kemampuan individu petani, tetapi juga membutuhkan kelembagaan kelompok tani yang kuat.

"Pelatihan yang telah dilakukan diharapkan mampu membuka wawasan dan menumbuhkan kesadaran petani terhadap potensi yang dimiliki, sekaligus memetakan berbagai persoalan nyata yang dihadapi di lapangan," kata Rini, sapaannya. 

Menurutnya, pelatihan pemberdayaan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, kemandirian, dan kesejahteraan petani lada.

"Kita menginginkan mereka yang sudah mengikuti pelatihan mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memperoleh manfaat ekonomi dari hasil buminya sendiri," tegasnya.

Selain itu, pelatihan diharapkan mendorong partisipasi aktif petani dalam kelompok. Penguatan kelembagaan dinilai penting untuk meningkatkan posisi tawar petani dalam pengembangan dan pemasaran komoditas lada.

Terakhir, Rini berharap pemberdayaan ini dapat mendukung terciptanya stabilitas harga di tingkat petani serta menjadikan kelompok tani lebih mandiri dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan komoditas lada.