Akbar Haka Dorong Tenggarong Tetap Jadi Kota Raja di Tengah Perubahan Zaman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Akbar Haka Dorong Tenggarong Tetap Jadi Kota Raja di Tengah Perubahan Zaman

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Akbar Haka Dorong Tenggarong Tetap Jadi Kota Raja di Tengah Perubahan Zaman

Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-244 Kota Tenggarong menjadi momentum untuk merefleksikan tantangan dalam menjaga identitas budaya dan adat istiadat di tengah perkembangan zaman.

Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka, mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan identitas budaya Kutai.

Menurutnya, generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan modernitas tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai budaya yang telah menjadi bagian dari sejarah Tenggarong sebagai Kota Raja.

“Menyambut ulang tahun ke-244 ini, tantangannya cukup menarik. Era sekarang adalah bagaimana kita menyinkronkan atau mengharmonisasikan budaya dan adat istiadat tanpa menghilangkan jati diri kita sebagai anak muda Kutai, di tengah modernitas,” kata Akbar. Senin (28/9/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi saat ini berjalan sangat pesat. Hal tersebut turut mendorong munculnya berbagai ruang aktivitas baru bagi anak muda, termasuk kedai kopi dan tempat nongkrong yang semakin banyak berkembang di Tenggarong.

Namun, menurut Akbar, perkembangan tersebut harus tetap diiringi dengan upaya mempertahankan identitas lokal.

“Teknologi berkembang pesat, begitu juga dunia kewirausahaan. Muncul banyak kedai kopi dan tempat nongkrong anak muda di Tenggarong. Namun, harapan kita, identitas sebagai anak muda Kutai tidak hilang oleh zaman,” ujarnya.

Selain menjaga identitas budaya, Akbar juga menekankan pentingnya memperkuat citra Tenggarong sebagai Kota Raja. Menurutnya, predikat tersebut bukan sekadar sebutan, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan perkembangan kota.

“Yang juga harus menjadi fokus kita adalah bagaimana mendorong identitas dan marwah kita sebagai Kota Raja agar semakin tinggi,” tegasnya.

Memasuki usia 244 tahun, ia berharap Tenggarong terus berkembang sebagai daerah yang nyaman untuk dikunjungi, sekaligus mampu mempertahankan kekayaan sejarah dan budayanya.

“Pada usia ke-244 tahun ini, kita harus tetap menjadikan Tenggarong sebagai Kota Raja, kota yang nyaman untuk wisata dan budaya, serta memiliki sejarah dan nilai akademis dan budaya yang panjang. Harapannya, ketika orang datang ke Tenggarong, mereka akan tetap kagum bahwa ini memang Kota Raja,” pungkasnya. (Adv)