Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Setelah hampir sebulan terhenti akibat kemarau panjang, aktivitas wisata di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, kembali bergeliat.
Puncak Ketepu dan Danau Nyadeng kini sudah kembali menerima kunjungan wisatawan.
Sebelumnya, kawasan wisata itu ditutup sementara sejak 24 Agustus 2026 lantaran kondisi Sungai Lesan yang mengalami penyusutan debit air cukup signifikan.
Kondisi tersebut sempat membuat akses menuju kawasan wisata menjadi terbatas. Jalur sungai yang menjadi bagian penting perjalanan menuju destinasi wisata Merabu tidak dapat dilalui secara optimal sehingga faktor keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama.
Situasi itu juga berlangsung bersamaan dengan kondisi karhutla di Berau yang membuat aktivitas di sejumlah kawasan wisata harus menyesuaikan kondisi lapangan.
Kini, dengan akses yang dinilai kembali memungkinkan, wisatawan sudah dapat merencanakan kunjungan ke Danau Nyadeng maupun Puncak Ketepu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menyambut kembali dibukanya destinasi tersebut. Menurutnya, kondisi alam menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan destinasi berbasis lingkungan.
“Kalau kondisi sudah memungkinkan, tentu kita dorong wisatawan kembali berkunjung. Tetapi keselamatan dan kelestarian alam tetap menjadi yang utama,” ujarnya.
Yudha mengatakan, kembalinya aktivitas wisata di Merabu menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pergerakan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Ia berharap kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman menikmati panorama alam, tetapi juga memberi dampak kepada masyarakat lokal melalui jasa pemandu, transportasi, kuliner hingga produk UMKM.
“Wisatawan datang bukan hanya menikmati alam, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Namun, pembukaan destinasi tersebut bukan berarti wisatawan dapat mengabaikan kondisi lingkungan. Pengelola mengingatkan pengunjung untuk tetap mengikuti aturan selama berada di kawasan wisata, menjaga kebersihan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat daya tarik utama Merabu justru berada pada lanskap alamnya. Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu selama ini menjadi bagian dari potensi wisata alam Berau yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Yudha juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan kunjungan dan perlindungan destinasi.
“Semakin banyak yang datang, semakin besar pula tanggung jawab kita menjaga kawasan ini,” tuturnya.
Dengan dibukanya kembali akses wisata, Kampung Merabu kembali memiliki peluang untuk menarik wisatawan setelah sebelumnya harus menghentikan aktivitas akibat kondisi alam. (Adv)



