Banner ADV

Cakupan CKG Kukar Baru 27 Persen, Puskesmas Didorong Aktif Jemput Bola

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Cakupan CKG Kukar Baru 27 Persen, Puskesmas Didorong Aktif Jemput Bola

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Cakupan CKG Kukar Baru 27 Persen, Puskesmas Didorong Aktif Jemput Bola

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus digenjot. Hingga evaluasi terakhir, cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat telah mencapai 27 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah mengatakan, capaian tersebut menunjukkan program CKG masih berjalan sesuai arah yang diharapkan. Meski demikian, peningkatan cakupan tetap diperlukan agar target dapat dikejar hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah, setelah evaluasi terakhir, kita sudah mencapai 27 persen dari target 30 persen,” kata Ismi. Rabu (30/9/2026).

Untuk mempercepat capaian, Dinkes Kukar meminta Puskesmas tidak hanya mengandalkan masyarakat yang datang langsung untuk mendapatkan layanan pemeriksaan.

Petugas kesehatan, kata Ismi, perlu memperluas pola pelayanan dengan mendatangi lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Strategi tersebut dinilai dapat membantu menjangkau lebih banyak sasaran CKG.

“Tidak harus mereka menunggu datang ke Puskesmas. Teman-teman petugas bisa jemput bola ke kantor-kantor, ke institusi-institusi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.

Program CKG sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat lebih awal. Sasaran pemeriksaan disesuaikan berdasarkan kelompok usia sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sejak dini.

Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kebutuhan yang harus diperkuat. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan habis pakai serta reagen untuk menunjang pemeriksaan.

Ismi menyebut Dinkes Kukar telah mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut melalui APBD Perubahan. Langkah itu dilakukan agar pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis tidak terkendala akibat keterbatasan bahan pendukung.

“Kita upayakan lagi di APBD Perubahan, kita mintakan lagi kekurangan reagen,” katanya.

Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersedia hingga penghujung tahun, Dinkes Kukar mendorong seluruh Puskesmas mengoptimalkan pelayanan dan memperluas jangkauan pemeriksaan.

Selain meningkatkan persentase cakupan, langkah jemput bola diharapkan membuat akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis semakin terbuka. (Adv)