Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Aktivitas bermain di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu anak.
Di Kabupaten Kutim permainan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk menyampaikan materi sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Heri Purwanto melalui Seksi Kurikulum, Ali Saikhu menjelaskan, proses pembelajaran PAUD berlangsung melalui tiga tahapan, yakni pembukaan, kegiatan inti dan penutupan.
Menurut Ali, pada tahap pembukaan guru terlebih dahulu menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. Guru bersama anak kemudian membuat kesepakatan sebelum memasuki kegiatan inti.
“Nah, pembukaan itu guru menjelaskan kegiatan apa yang akan dilakukan, kemudian ada kesepakatan dengan anak,” jelas Ali.
Memasuki kegiatan inti, materi pembelajaran disampaikan melalui aktivitas bermain. Metode tersebut memungkinkan guru menyisipkan materi sesuai dengan permainan yang dilakukan anak.
“Di inti, pembelajaran melalui bermain. Misalnya berhitung melalui puzzle,” ujarnya.
Setelah kegiatan inti berakhir, guru masuk ke tahap penutupan. Pada tahap ini, guru melakukan recalling atau mengajak anak mengingat kembali aktivitas yang telah dilakukan selama pembelajaran.
“Di penutup, kita recalling lagi, tadi kita melakukan apa, kemudian anak bisa menyampaikan apa yang kurang,” kata Ali.
Ali menuturkan, pemahaman guru terhadap tahapan tersebut penting agar proses pembelajaran di PAUD tetap menyenangkan dan melibatkan anak secara aktif.
Dengan pendekatan tersebut, penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui penjelasan guru. Anak juga diberi ruang untuk terlibat langsung dalam aktivitas pembelajaran.
Ia menambahkan, pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu bagian dalam penerapan kurikulum pada jenjang PAUD.


