Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Keyakinan konsumen di Kota Balikpapan sedikit melemah pada triwulan III 2026, meski masih berada pada level optimis.
Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat rerata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada periode Juli hingga September 2026 sebesar 122,6.
Angka tersebut turun dibandingkan rerata IKK pada triwulan II 2026 yang mencapai 123,7.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan hasil Survei Konsumen menunjukkan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih kuat dan terjaga.
"Optimisme konsumen masih terjaga di tengah penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi," ujar Robi, Rabu(30/9/2026).
Meski IKK mengalami penurunan, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan masih berada pada level optimis.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, seluruh kategori masih menunjukkan optimisme. IKK tertinggi tercatat pada responden dengan pengeluaran Rp7juta sampai Rp8 juta per bulan dengan indeks 136,9.
Selanjutnya, kelompok pengeluaran Rp1-2 juta mencatat indeks 130,6 dan kelompok pengeluaran Rp6-7 juta sebesar 127,9.
Sementara berdasarkan kelompok usia, seluruh kategori juga masih berada di atas level 100.
IKK tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun dengan indeks 129,24, disusul kelompok usia 30-40 tahun sebesar 124,04.
Selain IKK, optimisme konsumen juga tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang pada triwulan III 2026 mencatat rerata 112,3.
Angka tersebut menurun dibandingkan triwulan II yang sebesar 115,2.
IKE tersebut masih didukung oleh tiga komponen pembentuknya yang berada di level optimis, yakni indeks penghasilan saat ini sebesar 125,3, indeks ketersediaan lapangan kerja 107,7 dan indeks pembelian barang tahan lama sebesar 104.
BI mencatat indeks ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama mengalami penguatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara indeks penghasilan saat ini tercatat lebih rendah.
Di sisi lain, ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan justru mengalami penguatan.
Ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang naik dari 132,1 pada triwulan II menjadi 132,9 pada triwulan III 2026.
Peningkatan IEK tersebut terutama ditopang oleh indeks ekspektasi kegiatan usaha sebesar 121,3, indeks ekspektasi penghasilan 140,7 dan indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 136,7.
Robi menyebut sejumlah faktor turut memengaruhi tingkat keyakinan konsumen selama triwulan III 2026, di antaranya berkurangnya jam kerja atau lembur, tertahannya omzet penjualan pada sejumlah jenis usaha, serta dampak efisiensi yang memengaruhi optimisme terhadap penghasilan saat ini.
Namun, optimisme terhadap ketersediaan lapangan kerja masih didukung oleh bertambahnya gerai ritel modern, franchise, coffee shop dan restoran di sejumlah kawasan Balikpapan.
Sementara optimisme terhadap pembelian barang tahan lama masih ditopang oleh pembelian emas atau perhiasan, kendaraan bermotor, serta pembaruan perangkat elektronik dan perabot rumah tangga.
Adapun penguatan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan turut didukung oleh pembangunan sejumlah ruko komersial, hotel, mal, perumahan serta bertambahnya industri hilirisasi yang beroperasi di Balikpapan.


