Banner ADV

Distransnaker Kukar Perluas Peluang Kerja Lewat Program Siap Kerja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Distransnaker Kukar Perluas Peluang Kerja Lewat Program Siap Kerja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Distransnaker Kukar Perluas Peluang Kerja Lewat Program Siap Kerja

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong perluasan kesempatan kerja melalui sejumlah program, salah satunya program unggulan Kukar Siap Kerja.

Program tersebut tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar, tetapi juga diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha lewat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

Saat ini, Distransnaker Kukar tengah menjalankan pelatihan unit kompetensi yang diikuti 318 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 305 orang dibiayai melalui APBD Kukar, sementara 13 peserta lainnya mendapat pembiayaan melalui TJSP.

Para peserta akan mengikuti 10 jenis pelatihan yang telah disusun Distransnaker sesuai kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

“Program Siap Kerja sudah berakselerasi,” jelas Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza,Kamis (1/10/2026)

Tak berhenti pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, Distransnaker Kukar juga akan memperluas kesempatan kerja melalui program yang menyasar kelompok tenaga kerja mandiri.

Dalam waktu dekat, program tersebut akan menyasar enam kelompok tenaga kerja mandiri yang tersebar di Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun, Muara Wis, Loa Kulu dan Sebulu.

Dendy mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas cakupan program ketenagakerjaan agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan formal.

“Ini bentuk akselerasi kita bahwa tidak hanya fokus di kerja formal saja, tapi di informal juga,” lanjutnya.

Untuk sektor informal, Distransnaker Kukar mendorong lahirnya wirausahawan mandiri. Peserta akan mendapatkan pelatihan selama lima hari sekaligus bantuan modal usaha sebagai bekal untuk menjalankan kegiatan usaha secara mandiri.

Namun, pemberian bantuan tidak berhenti setelah modal disalurkan. Distransnaker akan melakukan monitoring dan evaluasi sekitar tiga hingga empat bulan setelah program berjalan.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana bantuan modal kerja dimanfaatkan dan apakah usaha yang dijalankan kelompok penerima dapat berkembang.

Apabila dinilai berhasil, kelompok tersebut akan diarahkan untuk memperoleh dukungan melalui program lanjutan, termasuk Kredit Kukar Idaman (KKI) Terbaik maupun dukungan TJSP.

Selain itu, kelompok usaha yang berkembang juga dapat diarahkan untuk menjadi mitra kerja badan usaha sehingga keberlanjutan usaha tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

“Akan didekatakan dengan program lanjutan yaitu KKI Terbaik atau CSR maupun badan usaha akan menjadi mitra program,” tutup Dendy. (Adv)